Depok,
SidikpolisNews.id Minggu (09/11/2025)
Program Development Partner East West International College (EWIC) Malaysia for Indonesia, Dr. Farra, bersama Ketua Pembina Yayasan Gelora Haji Muhari Al Azhari (GHAMA) H. Acep Azhari, didampingi Sekretaris Yayasan Jakaria, S.E., serta Chairman Depok Institute (DI) Solihin, menggelar rapat koordinasi membahas rencana kolaborasi antara Sekolah Ghama Grup dan EWIC Malaysia.
Sekolah Ghama Grup yang menaungi jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di Kota Depok ini berencana menjalin kerja sama dengan EWIC yang berkedudukan di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Rapat berlangsung di lingkungan SMK Nasional Depok yang rindang dan asri pada Sabtu (08/11/2025).
H. Acep Azhari, tokoh pendidikan Kota Depok yang dikenal dengan sapaan Jiacep, menyatakan dukungannya terhadap upaya kolaborasi ini.
“Kami ingin layanan yang kami berikan kepada para siswa dan orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka terus meningkat,” ujar Jiacep.

Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada tahap wacana, melainkan dapat segera terealisasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan para pemangku kepentingan Sekolah Ghama Grup. Dalam waktu dekat, Jiacep berencana melakukan kunjungan langsung ke Malaysia untuk melihat calon mitra tersebut.
> “Kami akan melihat langsung calon partner kami di Malaysia agar informasi yang kami sampaikan kepada siswa dan pihak sekolah lain di Depok jelas dan terpercaya,” terang Jiacep.
“Kami ingin kolaborasi ini benar-benar bermanfaat bagi siswa kami, bahkan bagi siswa di Depok dan Bogor. Kami siap menjadi koordinator dan melibatkan lembaga pendidikan lain,” pungkasnya.
Sementara itu, Dr. Farra menjelaskan bahwa EWIC Malaysia membawa program unggulan Work Based Learning (belajar sambil bekerja) untuk diterapkan di Indonesia.
> “Program ini memungkinkan siswa melanjutkan studi hingga jenjang D3 atau S1 di Malaysia dengan sistem pembelajaran 70 persen praktik industri dan 30 persen akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan, biaya pendidikan tidak sepenuhnya dibebankan kepada orang tua karena sebagian ditopang melalui skema magang di perusahaan mitra yang berafiliasi dengan EWIC.
> “Kami berharap banyak siswa di Depok mengikuti program ini sebagai langkah mengurangi potensi pengangguran. Program ini berbeda, karena biaya hidup, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar mahasiswa akan difasilitasi,” jelas Dr. Farra.
Menurutnya, peserta magang juga akan didampingi secara penuh agar memperoleh pengalaman belajar dan bekerja yang aman dan positif. EWIC berencana memperkenalkan program ini secara resmi kepada jajaran pengurus Sekolah Ghama Grup, sekolah lain di Depok, orang tua siswa, serta perwakilan Pemerintah Kota Depok.
Sementara itu, Chairman Depok Institute, Solihin, yang juga anggota Forum Kemitraan Polisi Masyarakat Cendikia (FKPMC-RI), menyampaikan apresiasinya atas antusiasme kedua belah pihak.
> “Kami bersyukur dapat mempertemukan sekolah dengan sejarah panjang dan visi jelas, seperti Sekolah Ghama Grup, dengan EWIC Malaysia,” ujar pria yang akrab disapa Bangsol ini.
Bangsol menambahkan, kerja sama ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membuka peluang karier profesional di luar negeri.
> “Setelah magang, mereka bisa bekerja di tempat magang atau di perusahaan lain. Dengan keahlian dan sertifikat internasional yang dimiliki, mereka bisa bersaing secara global. Jadi, pulang dari Malaysia, mereka bawa ilmu, pengalaman, dan juga rezeki,” tutupnya.
Ahmad Fauzi / Amatd















