SidikPolisiNews.id, Lampung Tengah – pemerintah, warga Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, memilih untuk tidak tinggal diam.
Dengan semangat gotong royong, mereka berhasil mengumpulkan dana swadaya hingga Rp96 juta guna memperbaiki jalan rusak yang selama ini menjadi akses vital antarwilayah.
Inisiatif ini lahir dari keresahan warga terhadap kondisi jalan yang sudah lama mengalami kerusakan parah dan kerap memicu kecelakaan, terutama di Dusun 2 yang menjadi titik paling rawan.
Amar, warga, mengatakan keinginan memiliki jalan yang layak sudah lama dirasakan masyarakat.
Berangkat dari kesadaran bersama, warga kemudian mulai menggalang donasi secara sukarela sejak pertengahan Ramadan.
“Sudah lama kami menginginkan jalan yang layak. Alhamdulillah, dari donasi warga, dana yang terkumpul mencapai Rp96.017.000,” ujar Amar, Jumat (24/4/2026).
Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli material seperti batu dan sub-base guna menimbun jalan berlubang.
Tidak hanya itu, warga juga melanjutkan tahap perbaikan dengan pengecoran jalan dan jembatan di titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.
Menurut Amar, prioritas perbaikan difokuskan di Dusun 2 karena kondisinya paling membahayakan dan paling sering menyebabkan kecelakaan.
“Di situ memang paling berbahaya, jadi kami dahulukan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kampung Mujirahayu, Subandi, menegaskan bahwa seluruh proses perbaikan dilakukan murni melalui swadaya masyarakat tanpa dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
Padahal, jalan tersebut merupakan ruas jalan kabupaten yang berfungsi penting sebagai penghubung antar kecamatan hingga ke wilayah Lampung Utara.
“Ini bentuk kepedulian warga. Jalan ini sebenarnya tanggung jawab pemerintah kabupaten, tapi karena belum ada perbaikan, masyarakat berinisiatif sendiri,” ujar Subandi.
Ia menjelaskan, perbaikan awal berupa penghamparan batu telah dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri, mencakup jalur dari Mujirahayu menuju Candirejo di Kecamatan Seputih Agung.
Menurutnya, aksi gotong royong ini mencerminkan kuatnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi keterbatasan. Di sisi lain, warga berharap upaya mandiri ini dapat menjadi perhatian pemerintah agar segera dilakukan perbaikan permanen.
“Bagi warga, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi aktivitas ekonomi dan keselamatan sehari-hari,” tutupnya.
(SIDIK POLISI NEWS.ID/HARRY IRAWAN)











