Jumat 7 Maret 2025
Sumbawa SidikPolisiNews.id Delapan pedagang buah srikaya tampak berjejer di terminal Alas. Mereka menunggu pembeli dari sore hingga malam hari, memanfaatkan tingginya permintaan saat bulan Ramadhan.
Srikaya, yang dikenal sebagai “sakaya” dalam bahasa Sumbawa atau “nona” dengan nama latin Annona squamosa, berasal dari Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Permintaan terhadap srikaya Utan meningkat seiring dengan musim panen yang berlangsung selama bulan suci ini.
Permintaan buah srikaya Utan memang cukup tinggi, karena satu bulan ini lagi musim. Rasanya srikaya Utan beda dengan yang tumbuh di kecamatan lain seperti Moyo Hilir dan Rhee,” ujar Kamaria, salah seorang penjual saat ditemui. Kamaria menambahkan bahwa srikaya Utan memiliki keunggulan dari segi rasa yang manis, legit, serta ukuran yang besar dan kulit yang lebih bersih tanpa bercak hitam. “Bepergian ke Sumbawa ataupun bagi pendatang, buah srikaya ini sangat cocok untuk dibawa jadi buah tangan dan dijadikan takjil Ramadhan saat perjalanan.
Banyak mobil atau motor yang berhenti untuk membeli buah ini, bisa dalam bentuk keranjang, atau juga eceran,” ujar Kamaria. Ia mengungkapkan bahwa dalam sehari, ia bisa meraih keuntungan bersih antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Srikaya yang dijualnya diperoleh dari petani dengan harga satu keranjang berkisar antara Rp 150.000 untuk ukuran besar dan Rp 100.000 untuk yang kecil.
Sekarang ini musim buah, tetapi entah kenapa harganya naik, padahal saya membeli langsung pada petani. Akhirnya, saya juga menaikkan harga jual,” ungkapnya. Harga srikaya di pasaran bervariasi. Satu keranjang besar berkisar Rp 170.000 hingga Rp 180.000, sementara untuk eceran, harga per buah berkisar Rp 1.500 hingga Rp 3.000, tergantung ukuran. “Untuk anda yang akan bepergian agak jauh, sebaiknya cari yang setengah matang, namun kalau sudah siap dinikmati, bisa cari yang sudah benar-benar matang,ujarnnya.
(Tim RED SidikpolisiNews.id NTB)














