MENTOK, BANGKA BARAT —Sidikpolisinews.id
Warga pesisir Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, berhasil menggagalkan dugaan pengiriman timah melalui jalur laut dan mengamankan tiga karung yang diduga berisi pasir timah pada Sabtu (7/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Barang yang diamankan tersebut selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal-usul barang maupun pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengiriman tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengamanan dilakukan setelah sejumlah nelayan yang berada di kawasan pesisir Tempilang mencurigai adanya aktivitas pengiriman barang melalui jalur laut. Setelah diamankan oleh warga, barang tersebut kemudian dibawa dan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai hasil pemeriksaan maupun identitas pihak yang diduga terkait dengan barang tersebut.
Dalam dokumentasi yang diperoleh media ini, terlihat tiga karung berwarna putih tersusun di sebuah bangunan sederhana. Pada salah satu karung terdapat tulisan tangan bertuliskan “CV. BAM”, angka “13”, dan tulisan “DEM”.
Tulisan tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti yang sedang didalami oleh aparat. Belum diketahui makna maupun keterkaitannya dengan pihak tertentu karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan barang yang diamankan diduga berkaitan dengan aktivitas yang melibatkan pihak kepanitiaan yang dikenal warga dengan nama Bunuy. Namun informasi tersebut masih menunggu pembuktian dan konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum.
Salah seorang nelayan yang ikut mengamankan barang tersebut, Ali (56), nama samaran, berharap aparat tidak hanya berhenti pada pengamanan barang bukti, tetapi juga mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pengiriman tersebut.
“Kalau masyarakat tidak peduli, mungkin barang ini sudah berangkat malam itu juga. Yang kami harapkan bukan hanya barangnya diamankan, tetapi juga siapa pemiliknya dan siapa yang mengatur pengirimannya harus diungkap,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Menurut Ali, dugaan pengiriman timah melalui jalur laut bukan merupakan isu baru di kawasan pesisir Tempilang. Karena itu, masyarakat berharap penanganan kasus dilakukan secara menyeluruh hingga ke akar permasalahan.
Hal senada disampaikan seorang tokoh masyarakat Tempilang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia menilai aparat perlu menelusuri seluruh rantai distribusi apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum.
“Jangan hanya berhenti pada tiga karung ini. Kalau memang ada jaringan di belakangnya, harus dibongkar sampai tuntas. Jangan sampai yang terlihat hanya orang lapangan, sementara aktor yang lebih besar tidak pernah tersentuh,” katanya.
Menurut warga, pengungkapan kasus tersebut menjadi momentum penting untuk menelusuri dugaan jalur distribusi timah ilegal yang selama ini kerap menjadi perbincangan di kalangan masyarakat pesisir.
Warga juga meminta aparat menelusuri asal-usul material yang diamankan, pihak yang mengumpulkan, pihak yang mengatur pengiriman, hingga tujuan akhir barang tersebut.
Masyarakat menilai pengungkapan secara menyeluruh penting dilakukan guna memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang diamankan dan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penyelidikan.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian masyarakat Tempilang yang menunggu langkah lanjutan aparat dalam mengungkap dugaan jaringan distribusi timah yang berada di balik pengamanan tiga karung tersebut.
(Srikandi,Belva dan tim)


















