Medan,Sidikpolisinews.id
Ditengah gencarnya seruan Presiden Prabowo subianto untuk melakukan efisiensi Anggaran dan memangkas belanja yang tidak prioritas,sejumlah pos pengeluaran di Institusi pemerintah khususnya,sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat daerah Provinsi Sumatra Utara,
(DPRD Sumut) justru memunculkan tanda tanya besar, ujarnya (28/5/2025).
Berdasarkan data yang dihimpun,anggaran untuk sewa 20 titik Bil board mencapai 700 juta,sementara pemeliharaan vidio tron dan vidio wall masing masing menyerap anggaran sebesar 105 juta sampai dengan 200 juta.
Selain itu, untuk pengharum ruangan bahkan menembus angka sebesar 185 juta,nyaris setara dengan anggaran pemeliharaan sound system yang juga berada diangka 200 juta.
Tak hanya itu,sewa tanaman hias dua kali tercatat denga nilai 183 juta,belum termasuk pemeliharaan alat kantor,komputer dan jaringan yang secara keseluruhan menelan dana lebih dari 1 miliar,bahkan belanja ulos,yang belum jelas urgensi dan peruntukannya turut dianggarkan sebesar 100 juta.
Kondisi ini memicu sorotan tajam dari publik,mengingat Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya belanja yang fokus pada pelayanan publik dan dampak langsung bagi masyarakat.
Tepat sasaran,tidak boleh ada pemborosan,apalagi untuk hal hal yang tidak berdampak signifikan.
Dengan total belanja mencapai hampir 3 miliar untuk kebutuhan yang tergolong Non Esensial,pertanyaan pun mencuat, dimana komitmen terhadap Efisiensi anggaran yang telah di gaungkan dari Istana.
Belanja seperti ini dinilai harus dilakukan Audit serta Evaluasi secara ketat,sebab masyarakat menuntut transparansi serta tanggung jawab,,belanja untuk pengharum ruangan ratusan juta itu dinilai mencederai rasa keadilan sosial
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Sekretaris DPRD Sumut mengenai rincian dan urgensi dari pos pos anggaran tersebut.
Juliyus Nasution















