Berita  

Aksi Demo Warga Desa Nyanggai dan Sungai Bakah Melawi kepada PT. Wahana Indonesia Abadi HTI Cakrawala

Melawi, Kalbar, Sidikpolisinews.id – Warga Desa Nyanggai dan Desa Sungai Bakah, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi mendatangi PT. Wahana Indonesia Abadi HTI Cakrawala yang dupimpin Hotma Silitonga di Desa Landau Tubun. Aksi demo tersebut dilakukan untuk menuntut ganti rugi kerusakan tanaman produktif seperti durian, karet, dan jengkol, serta perbaikan fasilitas air bersih yang diduga terdampak aktivitas perusahaan. Jum’at, 17 Januari 2025.

Kepala Desa Nyanggai, Atong, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali meminta tanggung jawab perusahaan terkait kerusakan tersebut, tetapi belum ada realisasi.

“Kami sudah beberapa kali meminta pihak perusahaan untuk bertanggung jawab atas janji dan kerusakan tanaman, serta air bersih. Namun, hingga kini belum direalisasikan. Adat dan kearifan lokal juga diabaikan,” tegas Atong.

Hal ini turut didukung oleh Ketua Umum Satria Borneo Raya (SABER), Agustinus, S.Pd., yang mendesak perusahaan untuk segera mengembalikan hak adat dan mengganti kerusakan tanaman masyarakat.

Ketua Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP), Andreas, juga menyuarakan hal serupa. “Perusahaan harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan dan menepati janjinya,” ujarnya.

*Kesepakatan Dicapai*

Setelah negosiasi, pihak perusahaan akhirnya menyetujui semua tuntutan warga, termasuk penggantian tanaman, perbaikan fasilitas air bersih, dan pemulihan hak adat. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani kedua belah pihak.

Agus Tunsi Garang, Ketua Serikat Buruh Federasi HUKATAN KSBSI Kabupaten Melawi, juga mengingatkan perusahaan untuk memperhatikan hak-hak normatif buruh sesuai peraturan perundang-undangan.

“Investor tidak boleh mengabaikan amanah Undang-Undang Ketenagakerjaan dan harus menjamin kebebasan berserikat bagi para buruh, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000,” ungkap Agus.

Pada kesempatan tersebut, Camat, Temenggung, dan Ketua Adat setempat turut memberikan himbauan agar perusahaan menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan menghormati kearifan lokal.

Aksi ini menjadi contoh pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dalam menyelesaikan konflik secara damai dan konstruktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *