Sumatera Utara, Sidikpolisinews.id – Kemacetan dijalan Alternatif Propinsi lintas pusat kota Galang Kab.Deli Serdang Sumatera Utara menuju/dari Dolok Masihul Kab.Serdang Bedagai sampai/dari Kota Tebing Tinggi (arus lalu-lintas) pada setiap pagi hari, sangat meresahkan terutama kalau hari kerja dan konon lagi pada menjelang Idul Fitri, Natal dan atau Tahun Baru. Sementara Csmat Galang silih-berganti selaku Kepala wilayah memandang cuek saja.
Kota Galang adalah Pintu Gerbang masuk ke Kab.Deli Serdang dari Kab.Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi lewat Jalan lintas Alternatif Propinsi ke Lubuk Pakam Ibu Kota Kab.Deli Serdang. Kalau orang yang datang dari Dolok Masihul Kab.Serdang Bedagai atau dari Kota Tebing Tinggi melihat kota Galang macet, berasumsi bahwa Kab.Deli Serdang macet.
Fakta utama yang menyebaban kemacetan dijalan alternatif propinsi lintas pusat kota Galang itu adalah adanya pembiaran hampir 10 tahun lebih pasar pagi ilegal diluar pusat perbelanjaan resmi yang menggelar lapak dagangan disebelah-menyebelah badan jalan lintas alternatif propinsi itu dipusat kota Galang dan bahkan diatas badan jalanpun dipakai menjadi lapak dagangan yang beroperasi mulai pukul 03.00 wib dini hari sampai pukul 09.00 wib. Dan timbah lagi tidak tertatanya tempat pedagang pengguna gerobak becak (Pedagang Kaki Lima) dan tempat perparkiran di pusat Kota Galang Lingkungan 1 Kel.Galang Kota itu.dan Percuma saja adanya Kasi Trantib baik di Kel.Galang Kota dan maupun di Kec.Galang kalau kemacetan pada setiap pagi hari di pusat kota Galang itu terus-menerus meresahkan terbiarkan.
Penulis yang mencoba konfirmasi kepada beberapa pedagang pasar pagi ilegal dipusat kota Galang itu yang tidak ingin menyebut namanya (28/02/2025) mengatakan, lapak dagangan kami gelar dari trotoar sampai diatas badan jalan, karena tidak ada pelarangan dari siapapun. Cukup ksmi bayar Rp.5.000 saja kalau ada datang pengutipan. Soal terjadi kemacetan, itu bukan urusan masa bodoh. Dan tentu pasti Camat Galang tidak turun ke pasar pagi ini, karena bukan kerjaan dia yang seperti ini, dan konon lagi Bupati tidak akan bakalan turun kemari, ujar mereka. (Dac)















