Berita  

Insiden Memalukan Aparat,Oknum Brimob Diduga Kasar dan Menghina Warga di Rumah Duka

Sidikpolisinews.id

Sebuah peristiwa yang diduga melibatkan tindakan tidak pantas oleh oknum aparat kepolisian terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulut berinisial KS, berpangkat Bhayangkara Satu (Bharatu), diduga melakukan kekerasan fisik dan melontarkan ujaran penghinaan terhadap seorang warga saat berada di rumah duka.

 

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (25/1) sekitar ba’da Ashar, bertempat di Kompleks Sari Kelapa, Lingkungan III, RT 12 RW 03, Kecamatan Madidir. Korban diketahui bernama Rinto Pakaya, yang akrab disapa Haji Tito, seorang tokoh masyarakat setempat,

Menurut keterangan korban, saat kejadian ia sedang membantu mengatur prosesi persemayaman jenazah salah satu warga yang meninggal dunia. Dalam situasi duka tersebut, tiba-tiba oknum anggota Brimob datang ke lokasi dan terlibat adu argumen dengan beberapa warga yang hadir.

Sebagai tokoh masyarakat, Haji Tito kemudian menegur yang bersangkutan agar tidak menimbulkan keributan, mengingat lokasi tersebut merupakan rumah duka dan tengah berlangsung suasana berkabung. Namun, teguran tersebut justru diduga dibalas dengan tindakan arogan.

Korban mengaku mendapatkan dorongan keras di bagian dada serta menerima ucapan bernada menghina, termasuk sebutan yang dinilai merendahkan martabat pribadi dan keluarga duka. Akibat dorongan tersebut, korban menyatakan masih merasakan nyeri di bagian dada kiri hingga beberapa waktu setelah kejadian.

Salah satu saksi mata bernama Ismail membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyatakan tidak melihat adanya perselisihan sebelumnya dan menyebut tindakan oknum aparat terjadi secara tiba-tiba di hadapan warga.

“Tidak ada cekcok dari awal. Tiba-tiba dia datang dan langsung mendorong Pak Haji. Ucapannya juga keras, padahal ini rumah duka dan banyak orang menyaksikan,” ujar Ismail.

Situasi sempat memanas dan memicu reaksi warga sekitar. Namun menurut para saksi, korban berupaya menenangkan warga agar tidak terjadi keributan lebih lanjut, dengan mempertimbangkan status yang bersangkutan sebagai aparat kepolisian.

Menanggapi peristiwa tersebut, Haji Tito menyatakan akan menempuh jalur resmi dengan melaporkan dugaan kekerasan dan pelanggaran etik itu ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Utara, guna memperoleh penanganan hukum dan klarifikasi secara institusional.

Peristiwa ini menuai perhatian dan keprihatinan masyarakat setempat. Warga berharap institusi Polri dapat menangani laporan tersebut secara objektif dan profesional, serta menjunjung tinggi prinsip humanis dalam setiap pelaksanaan tugas,khususnya di ruang publik dan situasi kemanusiaan seperti rumah duka.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Brimob maupun Polda Sulawesi Utara terkait insiden tersebut.

Tim : Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *