https://Sidikpolisinews.id
Kabupaten Halmahera Selatan, 30 November 2025 — Upaya peningkatan kedaulatan pangan di Pulau Obi terus digencarkan melalui pemanfaatan limbah organik menjadi kompos. Di Desa Buton, Darwan Aduhasan bersama warga setempat menunjukkan bagaimana bahan-bahan yang kerap dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi pupuk berkualitas.
Kegiatan pembuatan kompos ini berlangsung di rumah Pompam, salah satu lokasi binaan Harita Nickel. Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, yang mendorong warga memanfaatkan limbah rumah tangga dan sisa tanaman menjadi pupuk organik.
“Selama ini banyak limbah yang terbuang percuma. Padahal jika diolah dengan benar, bisa menjadi kompos yang membantu tanaman tumbuh lebih sehat,” jelas Darwan Aduhasan saat ditemui di lokasi kegiatan.
Warga Desa Buton terlihat antusias mengikuti proses pencampuran bahan organik, penataan media, hingga teknik fermentasi yang sederhana namun efektif. Harapannya, kemampuan ini dapat diterapkan secara mandiri di tingkat rumah tangga maupun kelompok tani.
Program kompos ini juga sejalan dengan dorongan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal di Pulau Obi. Dengan ketersediaan pupuk organik mandiri, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung penuh pada pupuk kimia yang harganya sering tidak stabil.
“Kemandirian pupuk adalah langkah awal menuju kemandirian pangan,” tambah Darwan.
Harita Nickel sebagai pembina lokasi kegiatan menyatakan dukungan terhadap program yang menggabungkan aspek lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat ini. Selain mengurangi volume sampah organik, produksi kompos lokal juga membuka peluang pengembangan usaha kecil di tingkat desa.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik, Desa Buton diharapkan dapat menjadi contoh praktik pertanian berkelanjutan di wilayah Obi dan Halmahera Selatan.
Kabiro Halmahera Selatan
Muhammad Fakri















