Mappi, Sidikpolisinews.id – Pada tanggal 3 Februari, Alumni Association “Khas” Papua Merauke yang diketuai oleh Anang Rasidi, S.Pd., Gr., mengirimkan surat bernomor 02/alasKPGMappi/II/2025 kepada Ketua PGRI Kabupaten Mappi melalui grup WA kebangkitan PGRI Kabupaten Mappi. Surat tersebut menyampaikan tiga poin utama:
Ketidakpuasan terhadap oknum pengurus PGRI: Alumni KPG menilai ada oknum pengurus PGRI yang tidak memiliki jiwa organisasi PGRI. Mereka meminta tindakan tegas, termasuk mengeluarkan oknum tersebut dari kepengurusan demi menjaga marwah dan persatuan guru di Kabupaten Mappi.
Pengunduran diri sementara dari grup WhatsApp: Sebagai bentuk protes, para alumni KPG yang merupakan guru-guru SD menyatakan keluar sementara dari grup WhatsApp “Kebangkitan PGRI Kabupaten Mappi” sampai ada keputusan dari pengurus PGRI terkait poin pertama.
Penegasan loyalitas kepada PGRI: Alumni KPG menegaskan bahwa keluar dari grup WhatsApp bukan berarti keluar dari PGRI. Mereka tetap merupakan bagian dari PGRI Kabupaten Mappi dan tetap cinta kepada organisasi tersebut.
Menanggapi surat ini, Arnol Lamera mempertanyakan sikap alumni KPG. Ia menyoroti beberapa hal:
Kejanggalan pengiriman surat: Arnol Lamera mengungkapkan bahwa awalnya surat tersebut dikirim tanpa cap pada pukul 20.13 WIT oleh akun WhatsApp atas nama’-Heru’. Setelah dipertanyakan legalitasnya, barulah pada pukul 21.18 WIT surat tersebut dikirim ulang dengan cap.
Ketidakjelasan definisi “jiwa organisasi”: Arnol Lamera mempertanyakan definisi “jiwa organisasi” yang dimaksud oleh alumni KPG. Ia merasa justru merekalah yang tidak memahami organisasi dengan mengirim surat tanpa cap di awal.
Pembelaan terhadap perjuangan hak guru: Arnol Lamera menegaskan bahwa selama ini ia selalu memperjuangkan hak-hak dan tunjangan guru. Ia mencontohkan bahwa semua tunjangan guru diperjuangkan tanpa ada satu rupiah pun yang masuk ke rekeningnya pribadi. Semua di lakukan untuk keadilan bagi guru-guru di kabuapten mappi
Alumni KPG adalah sahabat dan bagian dari keluarga saya. Pendididikan di kabupaten mappi harus di bagun secara baik dan dengan jiwa kekeluargaan dan penuh kasih dalam melayani.
Dugaan keterlibatan oknum guru dalam proyek fasilitas pendidikan: Arnol Lamera menyayangkan adanya oknum guru yang diduga ikut bermain dan mengambil keuntungan pribadi dari proyek-proyek fasilitas pendidikan di Kabupaten Mappi.
Dugaan Oknum Guru Bermain dalam Proyek Fasilitas Pendidikan
Arnol Lamera menyoroti adanya dugaan oknum guru yang memanfaatkan proyek-proyek fasilitas pendidikan untuk kepentingan pribadi. Ia tidak menyebutkan secara rinci siapa saja oknum yang terlibat atau bagaimana modus operandi mereka. Namun, ia menyayangkan tindakan tersebut karena dianggap merugikan guru-guru lain dan kualitas pendidikan di Kabupaten Mappi.
Isu ini perlu diselidiki lebih lanjut untuk mengetahui kebenarannya. Jika memang ada oknum guru yang terbukti bersalah, maka perlu diambil tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Konflik antara alumni KPG dan pengurus PGRI ini menunjukkan adanya permasalahan internal yang perlu segera diselesaikan. Kedua belah pihak diharapkan dapat berkomunikasi secara mediasi dan mencari solusi yang terbaik untuk kepentingan bersama, yaitu kemajuan pendidikan di Kabupaten Mappi.
Terkait dugaan keterlibatan oknum guru dalam proyek fasilitas pendidikan, untuk dilakukan investigasi yang transparan dan akuntabel. Jika terbukti ada pelanggaran, maka pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
Redaksi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai poin-poin yang disampaikan dalam surat alumni KPG, tanggapan Arnol Lamera, serta dugaan terkait proyek fasilitas pendidikan.















