Berita  

Ada Apa Dengan Bawaslu Aceh Singkil Pilah. Pilih Jurnalis Dalam Undangan Acara Sinergitas Di Gedung Langgeng Gunung Meriah

Aceh Singkil : Sidik Polisi News Id 03/10/2025

Suasana panas terjadi di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Aceh Singkil, setelah sebuah video rekaman yang memperlihatkan cekcok mulut antar staf serta perdebatan dengan seorang wartawan beredar luas di grup WhatsApp Berita Terkini Aceh Singkil, Jum,at (3/10/2025).

Rekaman berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan perdebatan sengit antara seorang staf Bawaslu dan beberapa pihak lain yang diduga turut hadir dalam kegiatan internal lembaga tersebut. Ketegangan meningkat saat seorang staf mempertanyakan pembagian undangan yang disertai dengan amplop.

> “Yang dikasih undangan, dikasih amplop… Ini untuk uang apa ini, ya? Kita kan sebagai panitia. Masalahnya, kita juga sebagai pihak yang memasukkan dana itu. Maksud saya, yang sesuai. Boleh langsung saja bersama pimpinan, Pak,” ujar seorang staf dengan nada tinggi.

Situasi memanas ketika seorang wartawan yang tengah meliput kegiatan tersebut mencoba mengkonfirmasi maksud dari pembagian amplop itu. Namun, upaya klarifikasi itu justru berujung adu mulut antara wartawan dan salah satu staf Bawaslu.

> “Jangan asal rekam-rekam! Ini internal, jangan dibesar-besarkan,” ucap salah satu staf dengan nada emosi.

Wartawan yang merasa tidak dihargai lantas membalas, menegaskan hak publik untuk mengetahui transparansi penggunaan dana lembaga negara. Perdebatan pun tak terhindarkan dan sempat menarik perhatian peserta lain yang berada di lokasi.

Video ini pun cepat menyebar dan memicu polemik di kalangan masyarakat Aceh Singkil. Banyak pihak mempertanyakan profesionalisme Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan etika publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bawaslu Aceh Singkil belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Beberapa wartawan lokal bahkan mengaku merasa tidak dihargai dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka.

Aktivis antikorupsi daerah meminta agar Bawaslu segera memberikan klarifikasi terbuka dan, jika perlu, dilakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang.

( Dedi ,S )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *