Komunikasi by WA, Kepala SMK GIRI PURO VS seorang guru, terus menuai kontroversi, Qharim menuntut agar keduanya diberhentikan

Banyumas-sidikpolisinews.id
Pasca viralnya, “scandal komunikasi Kepala SMK GIRI PURO VS seorang guru, menjadi pemicu hancurnya rumah tangga seseorang”, kontroversi publik membelah, mempertajam perbedaan sudut pandang, laksana dua sisi dalam satu keping mata uang, yang berpotensi menciptakan kegaduhan di masyarakat.

Tidak sedikit yang menepis, sehingga menganugerahi stempel hoak.
Namun banyak juga yang meyakini, kejadian tersebut benar adanya, bahkan tidak jarang yang masih menganggapnya abu-abu.

Bahkan Andi sendiri melaluhi komunikasi by phone dengan nomor : 0815-7115-xxx, tatkala menghubungi Awak Media ini, hanya menyatakan kekhawatiranya, karena diyakini akan berdampak cukup signifikan terhadap SMK GIRI PURA, terutama dalam Penerimaan Siswa Didik Baru, yang sebentar lagi tiba.

Melaluhi komunikasi itu, sang Kepala SMK GIRI PURO tersebut juga memohon agar berita itu di take down.
Namun tatkala tidak ada titik temu, komunikasi yang awalnya ramah, baik, dan koperatif, justru berujung dengan terdengar suaranya yang tegas dan lebih keras karena diduga dikuasai EMOSI yang kemudian berusaha mengintimidasi wartawan.

“Sebenarnya, saya tidak ingin memperpanjang masalah, namun bilamana tidak ada titik temu, maka dalam penanganan perkaranya, terpaksa akan dilimpahkan kepada Kuasa Hukum”.

Pernyataanya tersebut, sontak memicu reaksi keras beberapa wartawan dari berbagai awak media.

Mereka menganggap jika pernyataanya tersebut disinyalir sebagai langkah awal untuk menempuh jalur hukum, yang sangat kontradiktif dengan profesinya, bahkan bisa menjadi BAROMETER atas kekerdilan wawasan dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan pemberitaan, mengingat, demi menjamin kemerdekaan PERS, sebagai Pilar ke-lV Demokrasi, sehingga dalam menjalankan tugas jurnalistiknya (mencari, memperoleh, mengolah dan menyajikan berita) wartawan mendapat perlindungan hukum.

Apalagi, berdasarkan pernyataan dari beberapa Nara-sumber tatkala Qharim melakukan klarifikasi kepada Andi diruang kerjanya, beberapa waktu lalu, diketahui jika terbukti telah terjadi komunikasi by WA yang inten hingga tengah malam antara Andi dan Indah.
Namun Andi berkelit, berdalih jika komunikasi itu masih wajar dan dalam koridor normatif sehingga memicu tidak adanya titik temu penyelesaian yang berujung terusirnya Indah dari rumah oleh suaminya.

Terusirnya Indah tersebut mencuat sebagaimana pernyataan Qharim, tatkala dikonfirmasi di kediamanya, yang menegaskan jika rumah tangganya yang dibina selama ini bersama Indah sudah retak dan tidak mungkin bisa dipertahankan lagi (rabu, 01/10/2025)

Menurutnya, selama ini, karena belum/tidak ada bukti, sehingga Qharim tidak pernah menjustifikasi atau mengeluarkan pernyataan kepada siapapun, adanya perselingkuhan/perzinaan/tindak asusila antar keduanya.
Namun komunikasi by WA antar mereka, dinilai sangat tidak wajar dan dianggap telah menginjak-injak harga diri dan kehormatanya.

“Senakal-nakalnya orang, meskinya harus tahu batasan, agar tidak memicu timbulnya konflik yang merugikan pihak lain, apalagi mereka adalah guru dan Kepala Sekolah”.

Qharim juga menegaskan bahwa dalam pandangan masyarakat jawa “GURU”, mengandung makna –“di-gugu lan di-tiru”– sehingga seorang guru sejatinya merupakan figur panutan, bukan hanya sebatas mengajarkan ilmu di ruang kelas tapi sekaligus memberikan tauladan akhlak berperilaku dalam keseharianya, karenanya mengajar itu bukan hanya sekedar mengejar capaian akademik semata, namun sekaligus membentuk ahlak mulia para tunas bangsa, sehingga pada saatnya nanti, mereka bisa melihat dunia berikut segala problematikanya dengan mata hati, bukan sebatas mata kepala.

“Apakah dianggap wajar dan masih dalam koridor normatif, tatkala terbukti adanya komunikasi by WA antara Kepala Sekolah (pimpinan) dengan guru (bawahan), yang dilakukan secara intent hingga tengah malam, tanpa se-ijin dan sepengetahuan suami, tidak ada kaitan dinas bahkan lebih bersifat pribadi, terlebih diketahuinya jika Indah adalah istri orang…..???!!!

Di akhir pernyataanya, sambil memegang & menunjukan bukti WA antar keduanya, Qharim memaparkan jika menurutnya perilaku keduanya, tidak pantas untuk dijadikan panutan dan tauladan akhlak berperilaku bagi seluruh siswa yang merupakan para tunas bangsa
Untuk itu, dipecat/diberhentikan keduanya, menjadi tuntutanya yang tidak bisa ditawar lagi. (Ahmad Sulehudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *