Bangka, Sidikpolisinews.id
Keputusan Pemerintah Kabupaten Bangka yang meniadakan karnaval dan Pawai Baris Berbaris (PBB) tingkat kabupaten pada HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menuai kritik tajam dari Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Bangka.
Sekretaris LMP Bangka, Ryan Fabryan Taufani, menyebut langkah Pemkab Bangka sebagai bentuk kebijakan yang tidak bijak dan terkesan mencari alasan dengan mengatasnamakan Pilkada Ulang 2025.
“Kalau hanya karena khawatir ada gesekan politik lalu karnaval ditiadakan, itu jelas sebuah kemunduran. Pemerintah seolah-olah menganggap masyarakat tidak mampu dewasa dalam berdemokrasi. Padahal, karnaval adalah ajang kebangsaan yang sudah menjadi tradisi, sarana persatuan, dan momentum menanamkan semangat nasionalisme bagi generasi muda,” tegas Ryan, Senin (18/8/2025).
Menurutnya, alasan yang disampaikan pemerintah justru menunjukkan sikap ketakutan berlebihan. Ia menilai Pemkab Bangka gagal menghadirkan solusi yang elegan dalam menjaga keseimbangan antara agenda demokrasi dan semangat kebangsaan.
“Kalau ada kekhawatiran disusupi kampanye, solusinya bukan mematikan acaranya. Tinggal buat aturan tegas, lakukan pengawasan, dan libatkan aparat. Jangan karena pemerintah tidak mau repot lalu rakyat yang dikorbankan,” kritiknya.
Ryan menegaskan, momentum HUT RI bukan milik pemerintah semata, melainkan milik seluruh rakyat. Menurutnya, meniadakan karnaval berarti merampas ruang kebersamaan masyarakat dan menurunkan rasa cinta tanah air.
“Ini keputusan yang keliru. Dengan alasan Pilkada, Pemkab justru memadamkan semangat nasionalisme. Padahal, di tengah situasi politik, justru kegiatan pemersatu bangsa inilah yang paling dibutuhkan,” ujarnya.
Laskar Merah Putih menegaskan siap bersinergi dengan aparat keamanan untuk memastikan kegiatan kebangsaan berjalan aman, tertib, dan bebas dari kepentingan politik praktis.
“Kami minta Pemkab Bangka tidak lagi berlindung di balik kata kondusivitas. Jangan jadikan Pilkada sebagai alasan untuk menutup ruang rakyat dalam merayakan kemerdekaan bangsanya sendiri,” tutup Ryan
( Eddy Martin)















