Berita  

Parkir Semrawut dan Genangan Air di Pasar Kite : Tanda Abai atau Lupa dari Pemkab Bangka?

Admin 1 Sidik Polisi News

Parkir Semrawut dan Genangan Air di Pasar Kite : Tanda Abai atau Lupa dari Pemkab Bangka?

 

Sungailiat, sidik polisi news, Pasar Kite Sungailiat, || pasar kebanggaan warga Kabupaten Bangka, hingga kini masih menyisakan banyak keluhan dari masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi rakyat yang terus hidup setiap pagi, kondisi di luar pasar justru menjadi sorotan: parkir kendaraan semrawut, genangan air di musim hujan, dan minimnya perhatian dari pemerintah daerah.

Setiap hari, para pembeli harus melewati lorong-lorong pasar yang dipenuhi deretan motor dan mobil yang parkir sembarangan. Tidak sedikit yang mengeluh karena akses masuk ke dalam pasar terganggu, bahkan kadang berisiko terjatuh saat musim hujan.

“Genangan air ada di mana-mana, apalagi saat musim hujan. Becek, licin, dan bikin males ke pasar,” keluh Rina (38 tahun), warga Kelurahan Kuday, kepada awak media Senin(05/08/2025)

Warga Menilai Pemerintah Daerah Tidak Peka

Seorang ASN Pemkab Bangka, sebut saja Toto, menyebut kondisi parkir memang sedikit lebih baik dari dua tahun lalu, tapi belum bisa dibilang tertib.

“Masih semrawut. Penataan belum maksimal. Saya kecewa melihat ini, padahal pasar adalah bagian dari pelayanan publik. Kuncinya tetap di kepala daerah. Kalau Bupati-nya peduli, pasti bisa lebih baik,” ujar Toto.

Kekecewaan warga semakin dalam ketika perhatian Pj Bupati Bangka, Jantani, dianggap minim terhadap kondisi pasar. Beberapa pedagang mengaku belum pernah sekalipun melihat kehadiran langsung Jantani di Pasar Kite.

“Sepertinya beliau belum pernah lihat kondisi pasar ini. Kami yang tiap hari di sini tidak pernah lihat Pj Bupati datang. Kalau datang, mungkin tahu seperti apa susahnya warga,” ujar salah satu penjual sayuran yang enggan disebut namanya.

Tak Pernah Singgah ke Kantor UPT Pasar?

Lebih jauh lagi, informasi yang diterima oleh awak media menyebutkan bahwa hingga saat ini, Pj Bupati Jantani juga belum pernah mengunjungi kantor UPT MLPP (Metrologi Legal dan Pengelolaan Pasar) yang berada langsung di lingkungan Pasar Kite. Padahal, UPT tersebut merupakan unit kerja teknis yang berada di bawah Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bangka—dan memiliki peran penting dalam pengelolaan pasar rakyat.

Yang menjadi ironi, kantor UPT MLPP itu justru berada di salah satu area parkir yang juga kerap menjadi titik macet dan semrawut, namun belum ada penataan yang berarti di lokasi tersebut.

Menjelang Pilkada Ulang: Harapan Warga Meningkat

Situasi ini terjadi menjelang pelaksanaan Pilkada Ulang Kabupaten Bangka pada 27 Agustus 2025. Warga kini mulai mempertanyakan: jika pada masa transisi saja tak ada perhatian untuk pasar rakyat, bagaimana nasib mereka lima tahun ke depan?

“Pemimpin yang baik itu bisa dilihat dari hal-hal kecil seperti ini. Kalau parkir saja dibiarkan kacau, rakyat pasti ragu soal janji-janji yang lain,” ucap Nurhasan (51 tahun), tokoh warga Sungailiat.

Pasar Kite, Potret Ketulusan Pelayanan Publik

Pasar Kite bukan sekadar tempat transaksi jual beli. Ia adalah cermin pelayanan publik yang paling nyata. Ketika jalan becek tak diaspal, genangan air tak ditangani, dan parkir dibiarkan semrawut—maka rakyat paham bahwa mereka sedang dilupakan.

Apakah pemimpin baru nanti akan hadir dengan solusi nyata, atau hanya menambah daftar panjang janji yang tak ditepati? Pasar Kite menunggu jawaban dari para calon kepala daerah.( Fadian )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *