SidikPolisiNews.id >>|| SULAWESI UTARA Manado Sabtu(5l7/25)– Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Fransiscus Silangen yang juga dihadiri Plh Sekprov Tahlis Gallang, Asisten 1 Setdaprov Denny Mangala dan sejumlah direktur RSUD Terkesan Menuai polemik Saling tuding seakan mencari pembenaran di hadapan Gubernur Sulawesi Utara terpilih” Bapak Yulius Selvanus Komaling.
Dilansir Dari Manadonews.Co.id Acara Kegiatan RDP pada Kamis(3/7)
Diawali dengan pemutaran video,dari hasil penayangan Vidio Gubernur Sulawesi Utara Menanggapinya Dan langsung melakukan Jumpa pers.
“Gubernur Yulius Selvanus mengakui tak mengetahui sekaligus tak pernah memerintahkan mencabut papan nama RSUD ODSK di Jalan Bethesda Kota Manado.
Bapak Gubernur “Yulius Selvanus bahkan mengatakan ada orang yang ingin membenturkan dirinya dengan gubernur lama ODSK.
Disaat yang sama pantauan Awak media SidikpolisiNews.id
“Ketua Komisi 4 Vonny Paat yang mendampingi Fransiscus Silangen langsung menyemprot Asisten 1 Denny Mangala. ‘VonnyPaat menyebut ‘Denny Mangala adalah orang yang membenturkan Gubernur Yulius Selvanus dan mantan Gubernur Olly Dondokambey.
Terkesan Situasi dalam Pertemuan RDP saat itu diselimuti Riuh adanya Tuding Menuding dihadapan Bapak Gubernur Sulawesi Utara.
“Ada orang yang hanya ingin cari muka. asisten 1, Denny Mangala yang membenturkan gubernur lama dan baru. Baru dilantik, 20 Februari 2025, pak Gub masih di Serang, Asisten 1 dan pihak rumah sakit melaksanakan rapat untuk merencanakan pergantian nama RS ODSK,” semprot Vonny.
Vonny Paat juga menunjukkan SK Gubernur 88 tahun 2021 terkait nama RSUD ODSK.
“Ini SK gubernur dan sah. Memang hanya SK Gubernur yang bisa diganti, direvisi. Tapi selama ini belum ada perubahan SK Gubernur 2021,” tegas Vonny.
Politisi PDI-P lainnya, “Jeane Lalujan juga mengingatkan Denny Mangala soal etika. Sempat terjadi adu mulut yang panas antara Jeane Lalujan dan Denny Mangala soal etika.
Pada kesempatan yang sama “Ketua DPRD Fransiscus Silangen mempertanyakan Kepada “Denny Mangala yang menjadi bagian dari Pemprov Sulut di zaman ODSK Mengapa, selama empat tahun tapi tidak memberikan masukan soal SK Gubernur 2021.
Dalam suasana yang penuh dengan Ketegangan Maka Silangen mengambil kebijakan untuk Mendinginkan Suasana,Meminta agar asisten 1 menyampaikan permohonan maaf jika dirasakan Ada kekeliruan,namun sayang Denny Membantahnya, seraya mengingatkan kepada DPRD harus bedakan antara nama dan simbol rumah sakit daerah.
Soal nama, menurut Mangala ada aturan dalam Permendagri dan harus ditetapkan melalui peraturan pemerintah.
Dia menambahkan, bahwa sejak awal dirinya menginstruksikan kepada jajarannya di keasistenan 1 untuk taat dan loyal kepada gubernur terpilih dan menghormati pemimpin lama tutup Denny.
Wartawan :Maurits.L















