Pemuda Asal Desa Buton Olah Limbah Sayur Jadi Kompos, Angkat Harapan Baru untuk Lingkungan
Sidik polisi New – Di tengah meningkatnya volume sampah organik dari pasar-pasar tradisional, seorang pemuda asal Desa Buton, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, tampil sebagai pelopor perubahan. Darwan Aduhasan, namanya. Dengan kepedulian tinggi terhadap lingkungan, ia menggagas gerakan pengelolaan limbah sayur menjadi kompos, sebuah inovasi lokal yang kini membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Berangkat dari keprihatinannya terhadap limbah sayuran yang setiap hari menumpuk dan mencemari lingkungan, Darwan memutuskan untuk bertindak. “Setiap pagi saya lihat tumpukan sisa sayur di pasar. Bau, kotor, dan tak terurus. Saya tahu ini bisa diolah menjadi kompos,” ungkap Darwan di sela-sela aktivitasnya di tempat pengolahan kompos miliknya yang masih bersifat swadaya.
Dengan bermodalkan pengetahuan dari pelatihan lingkungan dan riset mandiri, Darwan mulai mengumpulkan limbah organik dari para pedagang pasar di Obi. Sayuran busuk itu kemudian ia olah dengan metode fermentasi sederhana. Setelah melalui proses selama dua hingga tiga minggu, limbah tersebut berubah menjadi kompos yang subur dan ramah lingkungan. Kompos ini kini dimanfaatkan oleh para petani lokal dan warga yang berkebun di pekarangan rumah.
Tak berhenti di situ, Darwan juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah dan mengelola limbah organik. Ia menyasar sekolah, kelompok tani, hingga komunitas ibu rumah tangga di Obi. Lewat program yang ia namai “Sayur Jadi Subur”, Darwan berharap kesadaran kolektif terhadap pengelolaan sampah bisa tumbuh dari desa-desa kecil seperti Desa Buton.
“Inisiatif ini kecil, tapi dampaknya terasa. Kita bisa mengurangi bau di pasar, mengurangi volume sampah, dan sekaligus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Kini, Darwan tak lagi sendiri. Ia mengajak anak-anak muda di sekitarnya untuk terlibat, menciptakan gerakan lingkungan berbasis komunitas yang terus berkembang.
Dengan semangat gotong royong dan dedikasi tanpa pamrih, Darwan Aduhasan menjadi bukti bahwa solusi atas masalah lingkungan tidak harus datang dari kota besar atau teknologi mahal. Dari Desa Buton di Halmahera Selatan, Darwan membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari tangan sendiri – dari limbah jadi berkah.
Kabiro Halmahera Selatan
Muhammad fakri















