KARAWANG Sidik polisi news Bertahun tahun akses jalan raya Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat di saat air irigasi pasang air meluber ke akses jalan raya.
apalagi jika di tambah dengan datangnya musim penghujan, jalan raya Batujaya nyaris tergenang air di beberapa titik lokasi.
Guna untuk mengantisipasi air menggenang di akses jalan, Stakeholder terkait bergerak untuk melakukan perbaikan salah satunya dengan program pembangunan pemancangan irigasi.
sehingga irigasi di wilayah seksi Rengasdengklok dibangun dengan adanya pemancangan.
Akan tetapi, belum genap beberapa tahun adanya pembangunan pancang yang menelan anggaran sampai milyaran di irigasi Batujaya air masih tetap naik ke permukaan jalan.
Diduga Kurang Maksimal Pembangunan Pemancangan Irigasi Batujaya Masih Menyisakan Masalah
Terkait dengan fakta di lapangan, ada dugaan pelaksanaan pembangunan pemancangan irigasi di Batujaya, Karawang Utara, Kabupaten Karawang, dikerjakan kurang maksimal, kata Aep LBH GIANTARA Karawang, Senin (6/5/2025).
Menurut Aep, Pemancangan irigasi dapat menyebabkan peresapan air (rembesan) karena beberapa alasan. kerusakan pancang irigasi yang rusak atau bocor dapat menyebabkan air merembes keluar yaitu ke akses jalan. Sambungan pancang yang tidak rapat atau tidak terpasang dengan baik dapat menyebabkan kebocoran. atau bisa juga
tekanan air yang terlalu tinggi, dan
tanah yang tidak stabil atau memiliki struktur yang lemah dapat menyebabkan pancang irigasi bergeser atau retak.
Lebih lanjut Aep mengatakan, pada pelaksanaan pekerjaan di laksanakan diduga kurangnya pengawasan dari pihak terkait. dan bisa juga pada saat sudah selesai di kerjakan
kurangnya perawatan dan pemeliharaan sistem irigasi dapat menyebabkan kerusakan dan kebocoran, pungkasnya.
Dengan mengedepankan azas praduga tidak bersalah adanya dugaan pelaksanaan pembangunan pemancangan irigasi batujaya, kepada pihak terkait bisa segera melakukan kroscek lapangan. dan segera memperbaiki supaya tidak menimbulkan masalah. dan juga demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat banyak yang melintas pengendara jalan di area rembesan air.
pewarta.(Enoh Suherman)















