Berita  

RUTINAN AHAD PAHING MUSLIMAT NU ANCAB SARADAN BERSAMA K.H SOFYAN RAS BURHANI ( MBAH JAMBRONG ) DI HALAMAN PENDOPO KEPALA DESA SIDOREJO SETIO BUDI DENGAN TEMA HALAL-BIHALAL

#daerah

sidikpolisinews.id|| MADIUNRutinan muslimat NU Kecamatan Saradan yang hari ini di laksanakan tepatnya Hari Minggu Pahing tanggal 20 April 2025 di adakan di halaman Rumah Pendopo Kepala Desa Sidorejo,dalam acara tersebut di hadiri Muspika beserta jajaranya,Pemdes dan Lembaga Desa, tokoh Masyarakat / tokoh Agama dan Muslimat NU se-Kecamatan Saradan,sebelum acara di mulai pengajian lantunan solawat berkumandang, di selingi penyampaian Kepala Desa Sidorejo,

 

Kepala Desa Sidorejo Setio Budi menyampaikan rasa Puji Syukur kepada ALLAH SWT, yang di mana setelah hari raya idul fitri 1446 M,masih bulan Sawal bisa terlaksana rutinan Muslimatan NU bisa di laksanakan Di Disa Sidorejo dengan tema Halal bihalal, dalam hal ini saya sebagai Tuan Rumah dengan segala keterbatasanya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya  apabila dalam penyuguhan banyak kekurangan”, ungkapnya

 

,”dan ini masih di suasana idul fitri saya pribadi selaku Kepala Desa Sidorejo beserta jajaran, minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan bathin semoga kita termasuk orang-orang yang kembali ke fitrah dan orang-orang yang menang, dan ini masih di hari yang fitri, ada titipan dari Bu Lurah, untuk ibu-ibu, jumlahnya, tidak banyak semoga barokah dan bermanfaat, “,

 

Sambutan yang ke dua Dari Camat Saradan Dodik Setiawan yang inti dalam sambutanya dalam momen ini masih di hari lebaran mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan bathin semoga bisa berjalan lancar, dan tahun depan bisa terulang lagi

 

Dalam tausiah K.H. Sofian Ras Burhani( Mbah Jambrong) yang intinya

Kebersamaan: Halal bihalal mengajarkan arti pentingnya kebersamaan dan saling menjaga keharmonisan dalam hubungan antar sesama.

Memaafkan: Melalui halal bihalal, orang diajarkan untuk memaafkan kesalahan dan menyambut kembali orang yang pernah berselisih dengan tangan terbuka.

Tali Silaturahmi: Tradisi ini juga menguatkan tali silaturahmi, yang merupakan nilai luhur dalam budaya Indonesia untuk tetap terhubung dan peduli terhadap sesama.

Berkumpul dan Berbagi: Halal bihalal menjadi ajang untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan serta berbagai hal, mulai dari cerita perjalanan selama Ramadan hingga harapan dan rencana di masa mendatang.(PWT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *