
Warga Desa Waturu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap dugaan “obrak-abrik” sistem pemerintahan desa yang terjadi di wilayah mereka.
Dugaan tersebut berasal dari pernyataan Kepala Desa Waturu, Elisa Batilmurik, yang diduga diungkapkan dalam keadaan terpengaruh alkohol di grup WhatsApp “Waturu-Wetur Velan Sutarai”.
“Ini Pak Kades Waturu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, lagi terpengaruh dengan alkohol. Makanya bisa terbuka di lapak ini,” ujar seorang warga yang mengatakan keprihatinannya.
Pernyataan tersebut menyinggung tentang utang desa di toko sebesar Rp. 130.000.000 yang diduga belum dilunasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.
Benny, salah satu warga Desa Waturu, mengungkapkan kekecewaannya dan mengajak warga lainnya untuk menuntut klarifikasi dari pihak yang berwenang.
“Benny berharap kalau bisa besok atau seterusnya kami butuh bukti dan fakta bagaimana cara Pak Kades sebagai pemangku jabatan tertinggi di desa perluh menjastifikasi Pak Sekdes atau Bendahara Desa, agar terlihat bawah benar-benar selama ini Pak Kades serta Sekdes dan juga Bendahara tidak sejalan sesuai tugas dan tanggung jawab,” tegas Benny.
Benny juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di grup WhatsApp tidak cukup dan warga membutuhkan bukti yang jelas untuk mengungkap kebenaran tentang dugaan “obrak-abrik” sistem pemerintahan desa.
“Jadi Pak Kades, jangan cuma sebatas opini di di grup ini. Kami butuh bukti ketika ada keterbukaan besok di negeri tercinta supaya masyarakat tahu soal sistem pemerintahan yang selama ini tidak konsisten dengan peraturan yang selama ini obrak abrik. Terima kasih,” tutup Benny.
Pernyataan Benny menunjukkan kegelisahan masyarakat Desa Waturu terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi di wilayahnya Warga menghendaki kejelasan dan keadilan dari pemerintah daerah dan mengharapkan Bupati Kepulauan Tanimbar segera menindaklanjuti permintaan warga untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan “obrak-abrik” sistem pemerintahan desa yang terjadi di Desa Waturu.
AL














