Berita  

Tanah Longsor Hancurkan Rumah di Kota Batu, 6 Orang Luka-Luka

#peristiwa#Daerah#bencana

0-3248x1440-0-0#

Kota Batu, sidikpolisinews.id – Jawa Timur – Sebuah peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu pada Selasa malam, 31 Desember 2024, sekitar pukul 19.15 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan satu rumah di Villa Bukit Syakila 12 ambruk, dan enam orang penghuni rumah mengalami luka-luka. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari menjadi penyebab utama terjadinya tanah longsor. “Hujan deras sejak sore, mungkin tanahnya sudah jenuh air, akhirnya longsor,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu langsung terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan penanganan pasca longsor. Mereka dibantu oleh warga sekitar untuk membersihkan sisa-sisa material longsor dan mengevakuasi barang-barang milik penghuni rumah yang hancur.

Enam orang penghuni rumah mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Berdasarkan data BPBD Kota Batu, korban yang dirawat di rumah sakit Hastrabrata adalah:

1. Raja Romario Silaban (33 tahun), alamat Jalan Melati 132, Pondok Melati, Kota Bekasi.
2. Noviasna Silitonga (60 tahun).
3. Rachel Immanuella Silaban (32 tahun), alamat Jalan Alam Raya D1 No 29, Bekasi.
4. Tumbur Harianja (34 tahun).
5. Clarissa Gloria Harianja (3 tahun).
6. Lionel Benjamin Messi Harianja (1,5 tahun).

Tim medis di rumah sakit langsung memberikan penanganan intensif kepada para korban. Kondisi mereka saat ini dilaporkan stabil dan terus dipantau oleh tim medis.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga Kota Batu, khususnya di daerah rawan longsor, untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam. Hujan deras yang terjadi belakangan ini meningkatkan risiko tanah longsor, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari BPBD Kota Batu.

BPBD Kota Batu juga menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda potensi bencana, seperti retakan tanah, penurunan permukaan tanah, atau aliran air yang tidak biasa. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan saling membantu, diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana alam.

 

fir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *