banner 728x250

Takut Terlambat, Siswa Terpaksa Melintasi Jembatan Rusak di Way Pengubuan Lampung Tengah

banner 120x600
banner 468x60

Sidikpolisinews.id, Lampung Tengah – Kondisi jembatan gantung Way Pengubuan di Lampung Tengah kini sangat memprihatinkan.

Padahal, jembatan yang menghubungkan Kampung Tanjung Ratu dan Kampung Purnama Tunggal atau Desa Transmigrasi Angkatan Darat (Trans AD) di Kecamatan Way Pengubuan itu merupakan akses bagi warga, terutama siswa menuju sekolah.

banner 325x300

Sedikitnya 30 anak setiap hari terpaksa melintasi jembatan gantung yang dibangun sejak tahun 1973 itu sebagai akses utama menuju sekolah meski kondisinya kini nyaris putus dan membahayakan keselamatan mereka.

Kerusakan jembatan akibat pada 17 Januari 2026 lalu berdampak serius terhadap akses pendidikan, terutama bagi pelajar yang berasal dari Kampung Tanjung Ratu.

Guru SMP Negeri 1 Way Pengubuan, Heriyanto, mengatakan kerusakan jembatan tersebut menghambat perjalanan anak didiknya menuju sekolah yang berada di Kampung Purnama Tunggal.

“Dampaknya sangat terasa bagi murid-murid kami, terutama pelajar SMP dan SMK yang biasanya melintasi jembatan ini. Sekarang mereka harus memutar dengan jarak lebih dari 10 kilometer,” ujar Heriyanto, Rabo (11/2/2026).

Ia menjelaskan, jalur alternatif tersebut melewati Kampung Candirejo atau Kampung Poncowati dengan jarak tempuh puluhan kilometer.

Padahal, sebelum jembatan rusak, pelajar hanya menempuh jarak maksimal sekitar 3 kilometer.

Heriyanto berharap Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dapat mendorong percepatan perbaikan jembatan tersebut demi kelancaran pendidikan.

“Kami mohon kepada Bapak Gubernur Lampung dan Bapak Bupati Lampung Tengah agar jembatan ini segera diperbaiki, supaya peserta didik dari Kampung Tanjung Ratu dan Dusun Tanjung Mulya tidak terlambat dan terhambat ke sekolah,” katanya.

Kondisi jembatan yang hanya menyisakan rangka baja dan sudah dalam posisi miring membuat para pelajar berada dalam risiko tinggi.

Namun, karena khawatir terlambat, sebagian siswa nekat tetap melintasinya.

Salah satunya Afrizal, pelajar yang setiap hari harus melewati jembatan tersebut.

Ia mengaku terpaksa melintasi jembatan itu demi bisa sampai ke sekolah tepat waktu.

Dengan didampingi orang dewasa, Afrizal bersama pelajar lainnya dituntun perlahan menyusuri rangka besi jembatan dengan penuh kehati-hatian.

Setelah sampai di seberang, ia dijemput menggunakan sepeda motor untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Namun, jika hujan deras turun dan tidak ada yang menjemput, Afrizal terpaksa memutar jauh meski berisiko terlambat dan rawan kecelakaan lalu lintas.

“Kalau hujan, jembatan ini makin berbahaya. Kami minta tolong supaya jembatan ini segera diperbaiki, karena kami harus memutar jauh untuk bisa sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri bersama jajaran DPRD telah meninjau langsung jembatan gantung Way Pengubuan yang roboh, Senin (26/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Komang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melihat kondisi jembatan sekaligus merumuskan langkah penanganan agar dampak terhadap aktivitas masyarakat dapat segera diminimalkan.

Komang mengaku prihatin atas kondisi jembatan yang menjadi akses vital warga.

“Kami akan menginstruksikan OPD terkait untuk segera melakukan kajian teknis serta menyiapkan langkah penanganan darurat maupun pembangunan permanen,” kata Komang, Selasa (27/1/2026).

Ia menegaskan, jembatan gantung Way Pengubuan merupakan akses utama masyarakat dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

“Komitmen kami adalah memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan infrastruktur agar aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat kembali normal,” ujarnya.

(Sidikpolisinews.id/HARRY IRAWAN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *