Sidikpolisinews.id Aceh Barat, 28 Oktober 2025 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat bergerak cepat melakukan penguatan pada jembatan darurat di ruas jalan RGM Gampong Ranto panyang timur. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran akan kerusakan struktur jembatan akibat seringnya dilintasi oleh angkutan dengan muatan berlebihan, bahkan hingga melebihi 20 ton.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., ASEAN. Eng., menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini masih dalam bingkai penanganan darurat dan belum bersifat permanen.
“Kondisi jembatan darurat selama ini sering dilintasi angkutan dengan muatan lebih dari 6 ton, malah sampai lebih 20 ton. Dengan kondisi saat ini, sangat beresiko jembatan darurat yang ada akan rusak,” ujar Dr. Kurdi.
Inisiatif Perkuatan Jembatan
Untuk mengantisipasi keruntuhan, pihak PUPR mengambil inisiatif untuk melakukan perkuatan:
Penambahan Lantai Jembatan: Lantai jembatan diperkuat menjadi 2 layer.
Perkuatan Struktur: Digunakan batang kelapa untuk perkuatan sokong dan penyangga.
Pengamanan Dinding Tumpuan: Diperkuat dengan pasangan bambu dan goni pasir untuk mencegah dinding tempat tumpuan lantai jembatan mudah tergerus erosi.
Dr. Kurdi berharap jembatan yang telah diperkuat ini mampu bertahan sampai jembatan permanen bisa dibangun.
Tinjauan Langsung Lapangan Kegiatan perkuatan ini dipantau langsung di lokasi oleh Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, pada hari Selasa, 28 Oktober 2025. Kunjungan ini memastikan pekerjaan darurat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan.















