Berita  

Panitia pelaksana sidang pleno konferensi HMI Cabang Meulaboh memastikan semua proses Konferensi

Sidik polisi news.id Meulaboh,cabang (Konfercab) dilaksanakan sesuai ketentuan. Kericuhan yang terjadi karena ‘rombongan liar’ diduga pendukung salah satu kandidat memaksa masuk dan anarkis.

“Kami sangat menyayangkan dan tentunya menyesalkan oknum-oknum diarena Konfercab yang hadir untuk membuat forum tersebut ricuh dan merusak fasilitas yang ada dikantor KNPI Aceh Barat,” ujar Ketua Komisariat Tim Steering Committee, Tria Marliani, Selasa (28/1/2025).

Hal itu disampaikan dalam siaran pers pernyataan sikap Organizing Committee dan Steering Committee Konferensi Cabang Ke-XIV HMI Cabang Meulaboh terkait insiden kericuhan yang terjadi di Kantor KNPI Aceh Barat beberapa waktu lalu.

Penggunaan Sekretariat KNPI sebagai tempat acara konfercab adalah kesepakatan panitia. Itikad baik organisasi kepemudaan itu membantu dan memudahkan pelaksanaan, bukan pihak yang mengintervensi kegiatan.

Panitia, sangat menyayangkan, ada pihak yang sengaja memprovokasi, seolah ada pihak luar yang mengintervensi berjalannya kegiatan. Beberapa anggota KNPI berada di lokasi acara, tidak lebih dari untuk memastikan penggunaan aset kantor KNPI dalam kondisi aman dan terjaga.

“KNPI Aceh Barat adalah pihak yang memberikan izin pemakaian tempat selama acara, mengingat KNPI adalah rumah bagi pemuda. Tidak ada upaya mencampuri urusan rumah tangga HMI,” tambah Safritar, Steering Committee.

HMI Cabang Meulaboh mengadakan konfercab dengan tiga orang calon ketua umum dari kader, yakni Muhktaruddin, Anwar Efendi dan Marza Khadarus Madi. Namun di tengah pelaksanaan acara pendukung salah satu kandidat yang tidak diutus oleh Ketua Komisariat melakukan aksi anarkis dan merusak fasilitas KNPI Aceh Barat pada 23 Januari 2025.

Berikut pernyataan sikap panita Konfercab:

Berdasarkan kondisi Konferensi Cabang HMI Meulaboh Ke-XIV yang jauh dari nilai-nilai ke-HMI-an. Kami Organizing Committee dan Steering Committee dengan ini menyatakan bahwa :

1. Turut menyayangkan dan menyesalkan atas tragedi kericuhan yang terjadi dalam agenda Konferensi Cabang Ke-XIV. Kader HMI sebagai bagian dari pemuda mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membangun umat dan bangsa.

2. Kita sebagai kader HMI harus menyadari bahwa kita hadir untuk mengemban misi keumatan dan misi kebangsaan dengan senantiasa kembali membangun tradisi HMI dengan gerakan intelektual bukan jiwa barbarian.

3. Kandidat Calon Ketua Umum HMI untuk dapat melaksanakan dan mengamalkan hasil-hasil keputusan SC terkait mekanisme Konferensi Cabang ke-XIV HMI Cabang Meulaboh sebagaimana yang telah disampaikan kepada ketua Komisariat se-HMI Cabang Meulaboh.

4. Kandidat Calon ketua Umum HMI untuk dapat mengkondisikan massa/para pendukung dengan mengedepankan nilai-nilai Islam; _Ukhwah Islamiyah dan Ukhwah Wataniyah_

5. Menyayangkan perbuatan oknum yang mengatasnamakan kader HMI Cabang Meulaboh dan mengirimkan dinamika internal HMI untuk kemudian dikonsumsi oleh grup-grup yang bukan grup internal HMI. (Pasal ujaran kebencian di media sosial dan sistem elektronik : pasal 28 ayat (2) UU ITE).

6. Segala tindakan kekerasan dan kerusakan yang terjadi pada Insiden tersebut diluar tanggung jawab Kepanitiaan sesuai surat keputusan No : 01/KPTS/A/07/1446 point no 3; Setiap tindak kekerasan dan kerusakan yang dilakukan diarena Konferensi atau didalam forum baik secara sadar maupun tidak merupakan diluar tanggung jawab Kepanitiaan

7. Permohonan maaf atas insiden yang terjadi kepada Korps Alumni HMI (KAHMI), Kader HMI dan seluruh pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut

8. Mengajak seluruh kader HMI cabang meulaboh untuk tidak terprovokasi atas isu dan releas yang berkembang selama proses KONFERCAB. Dan mengedepankan nilai-nilai Tabayyun dalam berbagai persoalan

9. Mengajak seluruh kader HMI Cabang Meulaboh untuk menyukseskan dan menyelesaikan KONFERCAB KE-XIV HMI Cabang Meulaboh dengan damai dan kekeluargaan.Panitia pelaksana sidang pleno konferensi HMI Cabang Meulaboh memastikan semua proses Konferensi cabang (Konfercab) dilaksanakan sesuai ketentuan. Kericuhan yang terjadi karena ‘rombongan liar’ diduga pendukung salah satu kandidat memaksa masuk dan anarkis.
“Kami sangat menyayangkan dan tentunya menyesalkan oknum-oknum diarena Konfercab yang hadir untuk membuat forum tersebut ricuh dan merusak fasilitas yang ada dikantor KNPI Aceh Barat,” ujar Ketua Komisariat Tim Steering Committee, Tria Marliani, Selasa (28/1/2025).

Hal itu disampaikan dalam siaran pers pernyataan sikap Organizing Committee dan Steering Committee Konferensi Cabang Ke-XIV HMI Cabang Meulaboh terkait insiden kericuhan yang terjadi di Kantor KNPI Aceh Barat beberapa waktu lalu.
Penggunaan Sekretariat KNPI sebagai tempat acara konfercab adalah kesepakatan panitia. Itikad baik organisasi kepemudaan itu membantu dan memudahkan pelaksanaan, bukan pihak yang mengintervensi kegiatan.
Panitia, sangat menyayangkan, ada pihak yang sengaja memprovokasi,

seolah ada pihak luar yang mengintervensi berjalannya kegiatan. Beberapa anggota KNPI berada di lokasi acara, tidak lebih dari untuk memastikan penggunaan aset kantor KNPI dalam kondisi aman dan terjaga.
“KNPI Aceh Barat adalah pihak yang memberikan izin pemakaian tempat selama acara, mengingat KNPI adalah rumah bagi pemuda. Tidak ada upaya mencampuri urusan rumah tangga HMI,” tambah Safritar, Steering Committee.

HMI Cabang Meulaboh mengadakan konfercab dengan tiga orang calon ketua umum dari kader, yakni Muhktaruddin, Anwar Efendi dan Marza Khadarus Madi. Namun di tengah pelaksanaan acara pendukung salah satu kandidat yang tidak diutus oleh Ketua Komisariat melakukan aksi anarkis dan merusak fasilitas KNPI Aceh Barat pada 23 Januari 2025.
Berikut pernyataan sikap panita Konfercab:
Berdasarkan kondisi Konferensi Cabang HMI Meulaboh Ke-XIV yang jauh dari nilai-nilai ke-HMI-an. Kami Organizing Committee dan Steering Committee dengan ini menyatakan bahwa :

1. Turut menyayangkan dan menyesalkan atas tragedi kericuhan yang terjadi dalam agenda Konferensi Cabang Ke-XIV. Kader HMI sebagai bagian dari pemuda mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membangun umat dan bangsa.
2. Kita sebagai kader HMI harus menyadari bahwa kita hadir untuk mengemban misi keumatan dan misi kebangsaan dengan senantiasa kembali membangun tradisi HMI dengan gerakan intelektual bukan jiwa barbarian.
3. Kandidat Calon Ketua Umum HMI untuk dapat melaksanakan dan mengamalkan hasil-hasil keputusan SC terkait mekanisme Konferensi Cabang ke-XIV HMI Cabang Meulaboh sebagaimana yang telah disampaikan kepada ketua Komisariat se-HMI Cabang Meulaboh.

4. Kandidat Calon ketua Umum HMI untuk dapat mengkondisikan massa/para pendukung dengan mengedepankan nilai-nilai Islam; _Ukhwah Islamiyah dan Ukhwah Wataniyah_
5. Menyayangkan perbuatan oknum yang mengatasnamakan kader HMI Cabang Meulaboh dan mengirimkan dinamika internal HMI untuk kemudian dikonsumsi oleh grup-grup yang bukan grup internal HMI. (Pasal ujaran kebencian di media sosial dan sistem elektronik : pasal 28 ayat (2) UU ITE).
6. Segala tindakan kekerasan dan kerusakan yang terjadi pada Insiden tersebut diluar tanggung jawab Kepanitiaan sesuai surat keputusan No : 01/KPTS/A/07/1446 point no 3; Setiap tindak kekerasan dan kerusakan yang dilakukan diarena Konferensi atau didalam forum baik secara sadar maupun tidak merupakan diluar tanggung jawab Kepanitiaan
7. Permohonan maaf atas insiden yang terjadi kepada Korps Alumni HMI (KAHMI), Kader HMI dan seluruh pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut
8. Mengajak seluruh kader HMI cabang meulaboh untuk tidak terprovokasi atas isu dan releas yang berkembang selama proses KONFERCAB. Dan mengedepankan nilai-nilai Tabayyun dalam berbagai persoalan

9. Mengajak seluruh kader HMI Cabang Meulaboh untuk menyukseskan dan menyelesaikan KONFERCAB KE-XIV HMI Cabang Meulaboh dengan damai dan kekeluargaan.redaksi Aceh/udinjazz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *