Berita  

Mesin Mati di Perairan Meulaboh, KM Samudera Berhasil Dievakuasi Posal Meulaboh Lanal Sabang dan Nelayan.

Sidikpolisinews.id ​MEULABOH – Sebuah kapal nelayan, KM Samudera, yang mengalami mati mesin di perairan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan selamat ke dermaga pada Jumat malam (13/2/2026).

​Kapal berbobot GT 8 dengan ciri khas warna putih-biru list merah tersebut ditemukan oleh nelayan setempat bersama personel Patkamla Pulau Rondo I-1-30 sekitar pukul 18.45 WIB di dekat perairan Pelabuhan Ujung Karang.

​Kronologi Penyelamatan
​Kejadian bermula saat staf KSOP Kelas IV Meulaboh, Bapak Mulyadi, melaporkan adanya kapal nelayan yang terombang-ambing akibat kerusakan mesin pada pukul 11.00 WIB. Diketahui, kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Blang Pidie menuju Banda Aceh.

​Menindaklanjuti laporan tersebut, Komandan Posal Meulaboh, Kapten Laut (P) Surya Darma, segera menginstruksikan unit Intel Posal dan awak Patkamla Pulau Rondo I-1-30 untuk melakukan pencarian dan pendalaman informasi.

​Setelah beberapa jam penyisiran, kapal akhirnya ditemukan dan ditarik menuju Dermaga Patkamla Posal Meulaboh di Ujung Karang, Kecamatan Johan Pahlawan. Kapal berhasil bersandar dengan sempurna pada pukul 19.30 WIB.

​Data Kapal dan Kru
​Berdasarkan pemeriksaan petugas, seluruh awak kapal dipastikan dalam kondisi sehat. Berikut adalah identitas kapal dan personel di dalamnya:
​Nama Kapal: KM. Samudera (GT 8/Bendera Indonesia)
​Pemilik: Teuku Saiful (55), warga Punge Jurung, Banda Aceh.
​Nahkoda: Pak Iskandar (43), warga Gp. Tempin Ciren, Bireun.
​ABK: Hasril Muliyadi (52), warga Gp. Blank Cut, Banda Aceh.

​”Saat ini kapal telah diamankan di Dermaga Posal Meulaboh. Rencananya, KM Samudera akan menjalani perbaikan mesin terlebih dahulu di lokasi sebelum melanjutkan kembali pelayaran menuju Banda Aceh,” ujar pihak berwenang dalam keterangannya.

​Kordinasi yang cepat antara pihak Posal Meulaboh, KSOP, dan nelayan lokal (Sdr. Anto) menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini, sehingga potensi bahaya di laut dapat dihindari.

Pewarta/udinjazz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *