Sidikpolisinews.id MEULABOH – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Desa Pasar Aceh, Kabupaten Aceh Barat, terselip sebuah kisah pilu tentang perjuangan hidup seorang lansia bernama Sahril, atau yang akrab disapa Wen. Di usianya yang telah menginjak 73 tahun, saat seharusnya ia beristirahat di hari tua, Wen justru harus berjuang sendirian melawan kerasnya jalanan.
Hidup Sebatang Kara di Usia Senja
Wen hidup sebatang kara. Meski ia memiliki anak yang sudah dewasa, mereka tinggal jauh darinya, meninggalkan pria tua ini tanpa sandaran di masa sulit. Dengan kondisi fisik yang kian melemah dan tenaga yang tak lagi seberapa, Wen terpaksa bekerja serabutan membantu orang lain hanya demi sesuap nasi.
“Untuk makan sehari-hari, saya terpaksa kerja bantu-bantu orang. Padahal tubuh sudah tidak kuat lagi,” tutur Wen saat ditemui di kawasan Pasar Aceh.
Tidur Berpindah-pindah di Emperan Toko
Ketidakberdayaan ekonomi membuat Wen kehilangan tempat tinggal tetap. Setiap malam, ia harus mencari sudut-sudut toko atau warung yang bersedia menampung raga tuanya untuk sekadar memejamkan mata.
“Kalau malam hari saya tidur di emperan toko orang atau di warung. Sering pindah-pindah tempat karena memang tidak ada tempat tinggal tetap lagi,” ungkapnya dengan nada lirih.
Harapan yang Terbentur Modal
Dahulu, Wen menyambung hidup dengan membuka bengkel sepeda. Keahlian mengutak-atik rantai dan ban adalah satu-satunya harga diri yang ia miliki. Namun, usahanya terhenti karena kendala izin tempat dan kini ia tak lagi memiliki sarana untuk bangkit.
“Dulu saya buka bengkel sepeda di samping toko orang, tapi kemudian tidak dikasih lagi oleh pemilik toko,” kenang Wen.
Meski raga sudah renta, semangat Wen untuk mandiri sebenarnya belum padam. Ia masih menyimpan impian sederhana: ingin kembali memegang kunci pas dan tang di bengkelnya sendiri agar tidak perlu lagi menggantungkan hidup pada belas kasihan orang lain.
“Saya ingin membuka bengkel sepeda lagi, tapi tidak ada modal usaha lagi,” pungkasnya menutup pembicaraan.
Kisah Pak Sahril menjadi potret nyata masih adanya lansia yang luput dari perhatian di sekitar kita. Harapannya sederhana, ia hanya ingin bekerja di sisa usianya tanpa harus berpindah-pindah emperan setiap malam.
Editor/udinjazz















