Sidikpolisinews.id Meulaboh – Di tengah kompleksitas masalah kesehatan masyarakat saat ini, pelayanan kesehatan tidak lagi dapat dijalankan oleh satu profesi saja. Setiap individu di komunitas memiliki kebutuhan yang beragam, mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Kondisi ini menuntut adanya kolaborasi nyata antarprofesi kesehatan agar pelayanan yang diberikan lebih komprehensif dan berpusat pada masyarakat.
Konsep Interprofessional Education (IPE) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. IPE merupakan proses pembelajaran bersama antar berbagai profesi kesehatan untuk membangun komunikasi efektif, saling memahami peran, serta meningkatkan kemampuan kerja tim.
Narasumber kita, Ns. Ruhaida, S.Kep, seorang mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK/Unsyiah), menekankan bahwa dalam praktiknya, IPE tidak hanya mengajarkan bagaimana profesi bekerja berdampingan, tetapi juga bagaimana mereka melibatkan aspek empati dan rasa untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan yang sama, yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
”Integrasi itu bukan hanya soal teori di atas kertas atau sekadar bekerja di ruangan yang sama. Ini tentang ‘rasa’ yang berbicara—bagaimana kita membangun empati, menurunkan ego sektoral, dan benar-benar peduli pada pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat secara utuh,” ujar Ns. Ruhaida.
Implementasi IPE memiliki peran yang sangat krusial di lapangan. Sebagai contoh, dalam penanganan pemecahan masalah stunting di tingkat desa atau komunitas, kolaborasi ini menjadi motor penggerak utama.
Berikut adalah bentuk pembagian peran lintas profesi yang terintegrasi:
Memberikan edukasi mendalam kepada keluarga, melakukan pendampingan, dan asuhan keperawatan keluarga secara berkelanjutan.
Menyusun dan memberikan intervensi nutrisi yang tepat guna bagi balita dan ibu hamil. Memantau tumbuh kembang anak secara berkala serta mengawal kesehatan ibu sepanjang masa kehamilan dan pascamelahirkan.
Memastikan sanitasi yang sehat dan ketersediaan air bersih di lingkungan tempat tinggal warga.Jika seluruh elemen profesi ini mampu berkolaborasi dengan menanggalkan ego masing-masing dan mengedepankan kepedulian yang tulus, maka program pencegahan penyakit maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat di komunitas dapat tercapai dengan jauh lebih efektif dan berdampak jangka panjang.















