banner 728x250

Info buat Gubsu Peserta didik SMKN 1 Galang terkesan laksana Sapi perah bagi Pelaksana Pendidikan

banner 120x600
banner 468x60

Deli Serdang, Sidikpolisinews – Info buat Gubernur Sumatera Utara tentang keberadaan SMK Negeri 1 Galang Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara yang terletak didalam lingkungan HGU (Hak Guna Usaha Perkebunan PMA (Perusahaan Modal Asing) Perseroan Terbatas (PT) Timbang Deli Indonesia (TDI) di Desa Timbang Deli yang tampak terkesan Peserta didik laksana Sapi perah atau ladang bagi Pelaksana Pendidikan di sekolah itu, yang suatu waktu diperah atau dipanen dengan berbagai delik atau alasan dibarengi tekanan bersifat ancaman.

Sehingga
Sekolah tersebut yang berstatus negeri itu dan yang aktif menerima dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) itu dari Pemerintah, hangat menjadi sorotan para masyarakat Orang-tua Peserta didik. Dan tidak tertutup kemungkinan kalau suatu saat ada unjuk rasa akibat kejenuhan pada pola pimpinan pelaksana pendidikan di sekolah tersebut.

banner 325x300

Kenapa tidak? Karena di SMK Negeri 1 Galang yang saat ini dibawah kendali Manuntun Manurung,S.Pd. S.Com banyak terjadi kejanggalan yang membuat Orang-tua Peserta didik mengeluh. Diantaranya seperti selain adanya ketetapan Uang Komite yang terkesan mencekik leher Orang-tua Peserta didik yang berekonomi lemah atau berpenghasilan pas-pasan yaitu senilai Rp.175..000 perorang peserta didik Kelas X, Rp.160.000 perorang peserta didik Kelas XI dan Kelas XII setiap bulan. Sementara tidak jelas rincian kegunannya. Dan ditambah lagi kewajiban membayar Rp.35.000 perorang peserta didik setiap bulan biaya praktek olahraga renang ke kolam renang Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di Lubuk Pakam sebulan sekali, dengan ancaman nilai mata pelajaran Olahraga akan diturunkan bagi peserta didik yang tidak mau membayar.

Sehingga kalau ditotalkan, beban Orang-tua Peserta didik Kelas X = Rp.210.000 setiap bulan dan Orang-tua Kelas XI & XII = Rp.195.000 setiap bulan di sekolah tersebut. Dan sementara peserta didik jarang belajar, karena Guru ya berlama-lama di kantin.

Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah Orang-tua Peserta didik SMK Negeri 1 Galang yang tidak ingin menyebutkan identitasnya kepada beberapa Insan Media online (27/1/202).

Lebih lanjut mereka para sejumlah Orang-tua Peserta didik SMK Negeri 1 Galang itu mengatakan, bahwa seharusnya biaya pendidikan di sekolah Negeri itu lebih ringan dibanding di sekolah swasta. Malah terbalik, biaya pendidikan di SMK Swasta lebih ringan dibanding di SMK Negeri 1 Galang.

Dan bukan hanya itu saja yang terjadi dalam pengelolaan managemen di SMK Negeri 1 Galang itu. Di sekolah tersebut pernah memprogram pembangunan Mushalah, dengan membuka kotak infaq Jum’at bagi peserta didik di sekolah itu. Dan kotak infaq Jum’at itu sudah berjalan 3 tahun. Tiba-tiba kotak infaq tersebut berhenti. Dan infaq yang sudah terkumpul selama 3 tahun itu tidak diketahui kemana rimbanya, ujar mereka tersebut.

Dan kemudian lagi, pada pengujung tahun 2025 lalu, Satpam SMK Negeri 1 Galang itu mengundurkan diri, karena 3 bulan tidak dikasi gaji. Dan belum lama ini 1 orang Guru honor di sekolah tersebut mengundurkan diri karena gajinya tidak dibayar. Dan yang lebih gawatnya lagi pada pelaksanaan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M di SMK Negeri 1 Galang itu baru-baru ini, adannya pengutipan Rp.15.000.- per-orang kepada para peserta didik, ujar mereka sejumlah Orang-tua Peserta didik SMK Negeri 1 Galang kepada beberapa Insan Media online saat itu.

(Sudirman Dachi/IGB)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *