Sidikpolisinews.id MEULABOH – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat melakukan rehabilitasi darurat pada jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lhok Malee dengan Cot Lagan di Kecamatan Woyla Barat. Langkah ini diambil menyusul kerusakan parah akibat terjangan banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Kondisi Infrastruktur Memprihatinkan Plt. Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menyatakan bahwa kondisi lantai jembatan yang berbahan kayu sangat memprihatinkan. Selain lantai yang rusak, jaring pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan ditemukan miring dan nyaris putus, sehingga sangat berisiko bagi pengendara roda dua.
“Jembatan ini sebenarnya sudah pernah kita rehab pada Maret 2025. Namun, karena bencana banjir besar November tahun lalu, kerusakan kembali terjadi pada bagian lantai dan jaring. Oleh karena itu, perbaikan mendesak harus kembali dilakukan,” ujar Beni pada Senin (16/2/2026).
Fokus Perbaikan Teknis Beni menjelaskan bahwa kerusakan tersebut telah mengganggu akses transportasi masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Woyla Barat. Menanggapi hal itu, tim teknis PUPR segera diturunkan ke lapangan untuk melakukan langkah-langkah berikut:
Penggantian Lantai: Mengganti papan lantai jembatan yang lapuk dan rusak dengan material papan baru.
Penguatan Jaring: Melakukan pengelasan dan penyetelan ulang pada jaring pengaman sisi kiri dan kanan agar struktur jembatan kembali kokoh dan stabil saat dilintasi.
Urat Nadi Ekonomi dan Pendidikan PUPR menekankan bahwa jembatan Lhok Malee-Cot Lagan merupakan infrastruktur vital bagi masyarakat pedalaman Woyla. Jembatan ini berfungsi sebagai:
Akses Ekonomi: Jalur utama petani untuk mengangkut hasil panen keluar wilayah.Akses Pendidikan: Jalur harian yang digunakan anak-anak sekolah.
“Harapan kita, setelah perbaikan ini selesai, mobilitas warga kembali nyaman. Kami juga mengimbau tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset ini. Mohon agar kendaraan yang melintas tidak melebihi tonase maksimal agar jembatan tidak cepat rusak kembali,” tutup Beni.















