SIDIKPOLISINEWS.ID,Jakarta, — Suasana libur Lebaran di pesisir utara Jakarta berubah menjadi lautan manusia. Pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah ,Minggu (22/3/2026), kawasan Ancol Taman Impian dipadati puluhan ribu wisatawan yang datang untuk menikmati momen kebersamaan bersama keluarga.
Sejak siang hari, arus pengunjung terus mengalir deras. Hingga pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 47.070 orang telah memasuki kawasan wisata tersebut. Angka ini menjadi bukti bahwa Ancol masih menjadi destinasi utama warga ibu kota dan sekitarnya untuk mengisi libur Lebaran.
Di tengah teriknya matahari dan semilir angin laut, wajah-wajah ceria terlihat di berbagai sudut kawasan. Anak-anak berlarian, orang tua bersantai, sementara antrean panjang tak terhindarkan di sejumlah wahana unggulan.
Salah satu titik terpadat berada di Sea World Ancol yang mencatatkan 6.940 pengunjung. Di dalamnya, wisatawan tampak terpukau menyaksikan kehidupan bawah laut yang eksotis, menjadikannya destinasi favorit keluarga.
Tak kalah ramai, Dunia Fantasi atau Dufan dipadati 5.230 pengunjung yang berburu sensasi wahana permainan. Jeritan kegembiraan dari roller coaster dan wahana ekstrem lainnya menjadi warna khas yang menghidupkan suasana.
Sementara itu, pertunjukan satwa di Samudra Ancol menarik 4.530 wisatawan, disusul Atlantis Water Adventures dengan 3.820 pengunjung yang menikmati kesegaran wahana air. Adapun Jakarta Bird Land turut dikunjungi 2.150 orang, menunjukkan minat masyarakat terhadap wisata edukatif yang kian meningkat.

Manager Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, menyebut lonjakan ini sebagai fenomena tahunan yang wajar terjadi saat Lebaran.
“Peningkatan jumlah pengunjung di hari kedua Lebaran ini masih dalam kategori wajar. Aktivitas wisata berjalan lancar, dan situasi di lapangan relatif aman serta terkendali,” ujar Daniel.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola telah menambah personel layanan serta memperkuat sistem pengamanan di seluruh area. Koordinasi dengan aparat juga dilakukan guna menjaga kelancaran arus pengunjung dan memastikan keselamatan selama berwisata.

Meski kepadatan tak terelakkan, banyak pengunjung tetap menikmati suasana. Beberapa mengaku sudah mengantisipasi lonjakan ini sebagai bagian dari tradisi libur Lebaran.
“Memang ramai, tapi seru. Anak-anak tetap senang, itu yang penting,” ujar salah satu pengunjung sambil mengawasi keluarganya di area permainan.
Hingga menjelang malam, jumlah wisatawan diperkirakan masih akan terus bertambah. Di tengah hiruk pikuk tersebut, Ancol kembali menegaskan posisinya sebagai ruang rekreasi yang tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi tempat bertemunya kebahagiaan keluarga di momen hari kemenangan.
Lebaran bukan sekadar tentang pulang mudik ,tetapi juga tentang berbagi waktu keceriaan dan di Ancol ribuan cerita kebersamaan itu bertemu dalam satu gelombang besar manusia yang datang untuk merayakan kebahagiaan Idul Fitri.(Slh)
Berita Terkait
RPA indonesia kawal dua PMI di irak: ” saya takut di bunuh”, jeritan kiki chandra praditia menunggu di pelumpang. Jakarta, Sidikpolisinews.id 10 Juni 2026 — Kasus yang dialami Kiki Chandra Praditia, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nganjuk, Jawa Timur, mendapat perhatian serius dari RPA Indonesia. Informasi awal mengenai kasus tersebut diterima melalui laporan yang disampaikan Radio Andika FM Kediri. Menindaklanjuti laporan itu, RPA Indonesia segera melakukan pendalaman data serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan perlindungan bagi korban. Ketua Umum Jeannie Latumahina menjelaskan, berdasarkan informasi dan dokumen yang diterima, Kiki diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah diberangkatkan ke Irak pada November 2025 melalui jalur yang diduga tidak sesuai prosedur. “Sebelum keberangkatan tidak terdapat perjanjian kerja yang ditandatangani, dan visa yang digunakan merupakan visa kunjungan atau visa turis,” ujar Jeannie. Setelah sempat berada di Dubai, Kiki tiba di Baghdad dan ditempatkan oleh agensi Al Burkhan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Selama bekerja, Kiki mengaku mengalami kekerasan fisik, intimidasi, serta perlakuan yang tidak manusiawi. Dalam komunikasi dengan RPA Indonesia, Kiki menyampaikan ketakutannya dan memohon bantuan agar dapat segera dipulangkan ke Indonesia. “Saya takut dibunuh,” ungkap Kiki. Saat ini Kiki telah melaporkan kondisinya kepada KBRI Baghdad dan masih menunggu proses penanganan lebih lanjut. Pada Selasa (9/6/2026) pukul 11.30 WIB, RPA Indonesia telah menyerahkan seluruh data dan kronologis kasus kepada Kementerian Luar Negeri RI serta KBRI Baghdad. RPA Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Perlindungan WNI atas respons dan perhatian yang diberikan terhadap kasus tersebut. Selain mendampingi Kiki Chandra Praditia, RPA Indonesia juga tengah mengawal kasus PMI asal Indonesia lainnya di Irak, yakni Ika Arsaya Jala. Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri RI, saat ini Ika sedang menjalani proses penyelesaian administrasi keimigrasian di Irak dengan pendampingan Kementerian Luar Negeri RI, KJRI Erbil, serta kuasa hukum yang difasilitasi oleh perwakilan RI di Irak. RPA Indonesia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga Ika Arsaya Jala dapat segera kembali ke Indonesia dengan selamat. Kasus yang dialami Kiki Chandra Praditia dan Ika Arsaya Jala menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi. RPA Indonesia berharap Pemerintah Republik Indonesia terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik perekrutan serta pemberangkatan PMI secara ilegal yang masih terjadi di berbagai daerah. Langkah tegas dinilai penting untuk melindungi warga negara Indonesia dari risiko eksploitasi, kekerasan, dan tindak pidana perdagangan orang di luar negeri. Bersama Radio Andika FM Kediri, RPA Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perlindungan serta proses pemulangan Kiki Chandra Praditia dan Ika Arsaya Jala hingga keduanya dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan aman, sehat, dan bermartabat. Versi ini telah diperbaiki dari sisi ejaan, alur, konsistensi istilah, dan kaidah penulisan berita agar lebih layak untuk dipublikasikan di media daring maupun cetak. Rahmat Hidaya ( Kordinator Liputan )
Post Views: 354