Sidikpolisinews.id Meulaboh, – Fatma Syahira, mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), resmi terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk periode 2025/2026.
Kemenangan ini diraih setelah Fatma memperoleh suara terbanyak dari tiga kandidat yang mencalonkan diri dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Mei 2025.
Bertempat di Aula Gedung Syariah dan Ekonomi Islam, Mubes yang mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa Berbasis Nilai Islam untuk Mewujudkan Organisasi Inklusif, Demokratis, dan Adaptif terhadap Perubahan” dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Syamsuar, M.Ag., yang diwakili oleh Faisal Ariyanto, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan pentingnya menjaga etika dalam forum musyawarah.
“Forum yang sakral ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung transformasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi IAIN Meulaboh.
Karena itu, mari kita jaga suasana tetap kondusif dan tertib,” ungkapnya di hadapan para peserta yang merupakan delegasi penuh maupun peninjau dari berbagai kalangan mahasiswa.
Ketua panitia pelaksana, Nora Faida, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Mubes kali ini. Ia berharap kepemimpinan baru yang lahir dari forum ini dapat membawa STAIN TDM semakin maju dan berkembang.
Fatma Syahira, dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh delegasi yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Amanah ini insyaallah akan saya jalankan sebaik mungkin. Kami siap mendukung penuh proses transformasi STAIN TDM menjadi IAIN Meulaboh, karena ini adalah kampus Islami satu-satunya di wilayah Barat Selatan Aceh,” ujarnya penuh semangat.
Kegiatan Mubes ini juga turut dihadiri oleh Ketua Prodi Hukum Pidana Islam (HPI), Bapak Beni Erik, S.H.I., M.Si., serta seluruh perwakilan organisasi kemahasiswaan dan peserta forum dari berbagai program studi.
Terpilihnya Fatma Syahira menjadi momentum baru bagi SEMA STAIN TDM dalam mengusung kepemimpinan yang inklusif, progresif, dan siap menghadapi tantangan zaman, sembari tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat.
*Fatma Syahira Terpilih sebagai Ketua SEMA STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh 2025/2026, Siap Dukung Transformasi Menuju IAIN*
Meulaboh, – Fatma Syahira, mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), resmi terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk periode 2025/2026.
Kemenangan ini diraih setelah Fatma memperoleh suara terbanyak dari tiga kandidat yang mencalonkan diri dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Mei 2025.
Bertempat di Aula Gedung Syariah dan Ekonomi Islam, Mubes yang mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa Berbasis Nilai Islam untuk Mewujudkan Organisasi Inklusif, Demokratis, dan Adaptif terhadap Perubahan” dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Syamsuar, M.Ag., yang diwakili oleh Faisal Ariyanto, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan pentingnya menjaga etika dalam forum musyawarah.
“Forum yang sakral ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung transformasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi IAIN Meulaboh.
Karena itu, mari kita jaga suasana tetap kondusif dan tertib,” ungkapnya di hadapan para peserta yang merupakan delegasi penuh maupun peninjau dari berbagai kalangan mahasiswa.
Ketua panitia pelaksana, Nora Faida, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Mubes kali ini. Ia berharap kepemimpinan baru yang lahir dari forum ini dapat membawa STAIN TDM semakin maju dan berkembang.
Fatma Syahira, dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh delegasi yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Amanah ini insyaallah akan saya jalankan sebaik mungkin. Kami siap mendukung penuh proses transformasi STAIN TDM menjadi IAIN Meulaboh, karena ini adalah kampus Islami satu-satunya di wilayah Barat Selatan Aceh,” ujarnya penuh semangat.
Kegiatan Mubes ini juga turut dihadiri oleh Ketua Prodi Hukum Pidana Islam (HPI), Bapak Beni Erik, S.H.I., M.Si., serta seluruh perwakilan organisasi kemahasiswaan dan peserta forum dari berbagai program studi.
Terpilihnya Fatma Syahira menjadi momentum baru bagi SEMA STAIN TDM dalam mengusung kepemimpinan yang inklusif, progresif, dan siap menghadapi tantangan zaman, sembari tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat.















