Berita  

DEMA STAIN Minta Polemik Insiden Balap Liar Disikapi Secara Objektif: “Jangan Jadi Ajang Cari Panggung”

​Sidikpolisinews.id MEULABOH – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN melalui Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan mengeluarkan pernyataan resmi terkait polemik insiden pemukulan terhadap pelaku balap liar oleh oknum aparat yang belakangan menyita perhatian publik.

​DEMA STAIN menegaskan bahwa persoalan ini harus dipandang secara utuh dan tidak parsial agar tidak terjadi penggiringan opini yang mengaburkan substansi permasalahan.

​Keseimbangan Antara Penegakan Hukum dan Etika Aparat
​Dalam rilisnya, DEMA STAIN menyampaikan dua poin fundamental sebagai landasan sikap organisasi:
​Evaluasi Internal Aparat: Menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan. Institusi terkait didesak untuk melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap oknum anggota sesuai mekanisme yang berlaku.
​Akar Persoalan (Balap Liar): Mengingatkan publik bahwa insiden ini bermula dari praktik balap liar yang jelas melanggar hukum dan membahayakan keselamatan warga. Aktivitas ilegal ini dinilai sering kali mendapat dukungan atau legitimasi sosial dari pihak-pihak tertentu.

​Menghargai Langkah Damai
​Pihak DEMA STAIN turut mengapresiasi langkah damai yang telah ditempuh oleh kedua belah pihak. Mereka menilai penyelesaian tersebut adalah jalan tengah yang patut dihormati.
​”Kami menilai tidak bijak jika persoalan ini terus digiring menjadi komoditas opini atau ajang mencari panggung, sementara substansi persoalan—yakni pelanggaran hukum awal—justru terabaikan,” tulis pernyataan sikap tersebut.

​Tiga Desakan Utama DEMA STAIN
​Melalui Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan, DEMA STAIN mendesak agar:
​Penegakan hukum dilakukan secara adil dan proporsional tanpa tebang pilih.
​Ekosistem balap liar beserta pihak-pihak pendukungnya ditindak secara menyeluruh dan tegas.
​Publik tidak terjebak pada narasi yang hanya menyasar satu pihak, namun mengabaikan pelanggaran hukum yang memicu insiden tersebut.

​”Kami tidak membela pelanggaran, dan kami tidak membela kekerasan. Kami berdiri pada prinsip keadilan dan ketertiban hukum yang konsisten,” tutup pernyataan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral lembaga mahasiswa.

Editor/udinjazz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *