banner 728x250
Berita  

Bupati Aceh Barat Luruskan Informasi Hoaks Terkait Warga Meninggal di Gubuk Hutan Cot Kumbang

banner 120x600
banner 468x60

Sidikpolisinews.id MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH, melakukan kunjungan kerja untuk melayat dan bersilaturahmi ke sejumlah rumah warga yang tengah tertimpa musibah. Salah satu agenda utama adalah mengunjungi rumah duka almarhum Badli, seorang warga yang sebelumnya dikabarkan meninggal dunia di sebuah gubuk di tengah hutan Cot Kumbang Pulo pada Sabtu lalu.

​Kunjungan tersebut berlangsung di kediaman anak almarhum yang terletak di Gampong Peulanteu LB, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, pada Minggu (19/7/2026).

banner 325x300

​Dalam kunjungannya, Bupati Tarmizi mengungkapkan rasa terkejutnya saat pertama kali membaca pemberitaan media mengenai kematian almarhum Badli yang sempat viral. Namun, setelah pihak pemerintah daerah melakukan cek dan verifikasi langsung di lapangan, terungkap bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

​“Hari ini memang kami ada sekitar empat rumah masyarakat yang meninggal dunia kami kunjungi, satu yang musibah kebakaran, dan yang terakhir terkait dengan yang viral ini (almarhum Badli). Ini memang sudah ada agenda sebelumnya,” kata Tarmizi kepada awak media.

​Tarmizi menambahkan bahwa pihak keluarga almarhum justru merasa terpukul dan sedih atas framing berita yang beredar luas di tengah masyarakat.

​“Makanya kita menjenguk langsung dan ternyata sampai ke sini lebih terkejut lagi. Kita sangat sedih melihat pihak keluarga, anak–anaknya tadi juga sangat sedih dengan pemberitaan itu dan menyesalkan karena itu tidak sesuai fakta,” lanjutnya.

​Dari hasil penelusuran di lapangan, Bupati mengungkapkan bahwa di desa tersebut ternyata sedang terjadi konflik internal yang cukup besar. Berdasarkan laporan, mayoritas masyarakat beserta lembaga Tuha Peut sudah tidak lagi menginginkan Keuchik (Kepala Desa) setempat menjabat. Kendati demikian, Tarmizi menegaskan Pemkab Aceh Barat akan tetap bersikap profesional dan bergerak sesuai regulasi yang berlaku.

​Terkait klaim sepihak dari Keuchik yang menyebutkan almarhum Badli tidak pernah menerima uluran bantuan dari pemerintah semasa hidupnya, Bupati langsung membantah keras hal tersebut berdasarkan data riil.

Almarhum tercatat rutin menerima BLT setiap tahunnya dari anggaran desa.

Almarhum semasa hidupnya terverifikasi telah mendapatkan dua unit rumah bantuan, masing-masing dari program Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR).

​Merespons polemik dan indikasi disinformasi yang disebarkan oleh aparatur desa tersebut, Bupati Tarmizi menegaskan akan mengambil tindakan tegas dengan menurunkan tim khusus.

​“Karena ini tidak sesuai dengan fakta maka kita akan bersikap. Minggu depan langsung investigasi atas kesalahan–kesalahan yang dilakukan Keuchik,” tegas Tarmizi.

​Lebih lanjut, Tarmizi menilai narasi yang dibangun oleh Keuchik justru menjadi bumerang bagi kinerjanya sendiri. Jika benar almarhum ditelantarkan, maka pihak Keuchik-lah yang patut dipertanyakan akuntabilitasnya, mengingat alokasi bantuan berbasis desa berada di bawah kewenangan penuh kepala desa.

​Ia juga meluruskan kekeliruan Keuchik mengenai jalur birokrasi pengajuan bantuan perumahan.

​“Seperti yang disampaikan bahwa sudah berusaha minta rumah ke Pemkab atau ke Dinsos. Perlu dicatat, bantuan rumah itu bukan ke Dinsos tapi ke Dinas Perkim. Makanya nanti semua ini akan kita lakukan investigasi secara menyeluruh,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *