Berita  

Anggota DPR RI minta Polda NTB usut kematian ASN di Lombok Utara

 

Mataram sidikpolisinews.id – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati meminta aparat Polda Nusa Tenggara Barat mengusut sacara tuntas dan transparan kematian Rizkil Watoni seorang ASN di Kayangan, Kabupaten Lombok Utara sehingga di duga menjadi pemicu perusakan Polsek Kayangan.

“Saya meminta Polda NTB untuk melakukan investigasi secara serius dan transparan. Jika ada oknum yang terbukti melakukan intimidasi atau pelanggaran prosedur,maka harus segera di tindak tegas sesuai hukum yang berlaku”, tegas Sari Yuliati melalui keterangan tertulis yang di terima media di Mataram, Rabu.

Kasus tragis yang menimpa Rizkil Watoni, seorang ASN di Kayangan, Lombok Utara. Rizkil yang juga seorang imam masjid, di temukan meninggal dunia dengan cara gantung diri pada Minggu (17/3).

Tragedi ini di duga akibat tekanan dan intimidasi dari aparat kepolisian setelah dirinya di tuduh memcuri ponsel di swbuah mini market.

Anggota DPR Ri dari daerah pemilihan (Dapil) II NTB ini, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Kepercayaan publik adalah kunci dalam menjaga stabilitas dan wibawa aparat penegak hukum. Kasus seperti ini tudak boleh terjadi lagi, dan langkak kongkrit harus di ambil untuk memastikan tidak ada penyalah gunaan wewenang oleh aparat”, terangnya.

Kasus ini telah menimbulkan gelombang protes dari masyarakat setempat, yang bahkan berujung dari aksi pembakaran Polsek Kayangan.
Oleh karena itu menyikapi situasi ini, Sari Yuliati berharap agar aparat kepolisian dapat bersikap profesional dalam menangani kasus dan meredam eskalasi konflik di tengah masyarakat yang terjadi pada senin malam tersebut.

“Komisi III DPR RI akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan adil serta transparan”, katanya.

Sebelumnya, ratusan massa dari Dusun Batu Jempong, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, menyerbuk kantor Polsek Kayangan pada Senin malam. Mereka melempari kaca, merusak kusen jendela kantor, meroboh pagas polsek, hingga memmbakar sejumlah kendaraan roda dua yang di tunggangi petugas.

Informasi yang di himpun, kedatangan masaa di picu lantaran kesalah fahaman tertukarnya ponsel yang melibatkan warga dusun Batu Jompang, Rizkil Watoni (RW) dengan kasir salah satu gerai toko modern di Lokok Rangan, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Lombok Utara, Ajun Komisaris Besar Agus Purwanta menyatakan kasus perusakan Mapolsek Kayangan, Lombok Utara di picu kesalahpahaman warga.

(Jesi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *