Berita  

Ancaman Erosi Sungai di Nagan Raya: Warga Desa Meunasah dayah Harapkan Bantuan Pemerintah

oppo_2

Sidikpolisinews.id Nagan Raya – Warga Desa Meunasah dayah, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, menghadapi ancaman besar akibat pergeseran aliran sungai yang terus menggerus tanah di sekitar permukiman mereka.

Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 5 hektare, termasuk area persawahan dan rumah warga. Jika tidak segera ditangani, desa ini berisiko mengalami kerusakan yang lebih parah.

Saya selaku dari kepemudaan jugak ingin melibabatkan beberapa aspek
yang memang harus segera di tangani
Yang pertama menyangkut dengan persawahan warga yang sekarang mulai hancur akibat tidak ada lagi tanggul yg menjadi benteng dari pada arus air yang begitu besar.

Dan yang kedua menyangkut dengan lapangan bola kaki yang sudah bertahun2 sudah kami rawat yang sekarang jugak habir roboh
Dan Kami hanya ingin memohon kepada pemerintah untuk segera merehalisasi secepat mungkin agar tidak terjadi fenomena besar yang melanda
Yang menjadi sebuah esensi ,,kami hanya ingin menjaga di semua lini dengan baik ujar ragil saputra

Seorang warga tokoh masyarakat, Saleh Ali menyampaikan bahwa masalah ini sudah berlangsung lama.

Pihaknya bahkan pernah mendatangkan konsultan dari provinsi untuk melakukan kajian. Namun, menurut pihak provinsi, penanganan sungai ini merupakan kewenangan pusat memakai dana APBN, bukan wilayah mereka.

Akibatnya, tidak ada langkah konkret yang diambil, dan masyarakat terus menghadapi ancaman erosi setiap kali musim hujan tiba.

“Saat saya masih menjabat sebagai sekretaris, kami sudah mencoba mencari solusi, bahkan meminta bantuan kepada pemerintah provinsi. Tapi, hingga kini, belum ada tindakan nyata karena dianggap tanggung jawab APBN,” ujarnya.

Meskipun begitu, pemerintah daerah Kabupaten Nagan Raya telah memberikan sedikit bantuan melalui BPBD untuk menangani pergeseran sungai.

Bantuan ini sedikit banyak membantu memperlambat dampak erosi. Namun, warga tetap khawatir, terutama karena ancaman terbesar adalah kerusakan permukiman yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Alhamdulillah, ada sedikit bantuan dari BPBD, sehingga kondisi sementara bisa bertahan. Tapi kalau tidak ada tindakan lebih lanjut, kami takut pemukiman kami akan hancur,” tambahnya.

Sebelumnya, warga juga telah meminta bantuan kepada Camat Beutong, Said Adaman, yang sempat turun ke lokasi bersama mereka.

Namun, masalah ini tetap belum bisa diselesaikan karena keterbatasan anggaran daerah dan keharusan menunggu alokasi dana APBN.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan proyek penanganan sungai ini akan dilakukan.Masyarakat Desa Meunasah Dayah, termasuk permukiman Bungoeng Taloe, kini berharap agar pemerintah segera turun tangan sebelum bencana yang lebih besar terjadi.

Jika tidak ada tindakan cepat, mereka khawatir dampak banjir dan erosi akan semakin meluas, mengancam ratusan warga yang tinggal di sekitar sungai.

“Arinal Huda kechik meunasah daya memohon kepada pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk segera memberikan bantuan. Jika tidak, pemukiman kami bisa tenggelam atau hancur akibat pergeseran sungai ini,” tutup salah satu warga dengan penuh harap.redaksi Aceh/udinjazz 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *