Sidikpolisinews.id – Kalimantan Tengah Insiden berdarah saat penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan menyisakan duka mendalam sekaligus sorotan publik.
Merespons rentetan kejadian tersebut, Bupati Katingan, Saiful, angkat bicara dan meminta masyarakat luas agar tidak memberikan stigma negatif yang mengidentikkan Desa Tumbang Kalemei dengan pusat peredaran narkoba.
Menurut Saiful, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika saat ini bukanlah fenomena yang hanya terjadi di Desa Tumbang Kalemei, melainkan telah menjadi persoalan yang dapat ditemukan di berbagai daerah. Ia menilai kasus kriminal yang terungkap dalam insiden berdarah tersebut murni dilakukan oleh segelintir orang, dan sama sekali tidak merepresentasikan karakteristik desa secara keseluruhan.
“Sebenarnya saya rasa narkoba itu sudah beredar di mana-mana. Hanya saja, kejadian di Tumbang Kalemei merupakan salah satu contohnya,” tegas Saiful saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (17/7/2026).
Lebih lanjut, Bupati memastikan sekaligus menegaskan bahwa mayoritas masyarakat Desa Tumbang Kalemei adalah warga sipil yang taat aturan hukum. Ia meyakini warga setempat justru sangat menolak keras dan tidak ingin dikaitkan maupun terlibat dalam pusaran penyalahgunaan barang haram tersebut.
HERDIE A.
(Wartawan Kalimantan Tengah)


















