SIDIKPOLISINEWS.ID ACEH BARAT – Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh Barat secara resmi mengirimkan enam putra terbaiknya untuk mengikuti Kursus Wasit Lisensi C-2 tingkat Provinsi.
“Kami ingin memastikan bahwa turnamen – turnamen sepak bola di Aceh Barat ke depan dipimpin oleh wasit-wasit yang memiliki kompetensi, integritas tinggi, dan berlisensi resmi,” kata Ketua Askab PSSI Aceh Barat, Teuku Dedi Iskandar kepada wartawan di Meulaboh, Rabu.
Kegiatan bergengsi ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 17 hingga 23 Juli 2026 mendatang di Kota Banda Aceh.
Teuku Dedi Iskandar mengatakan langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen Askab PSSI Aceh Barat dalam melakukan regenerasi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di sektor pengadil lapangan hijau.
Pengiriman enam utusan tersebut dituangkan secara resmi melalui Surat Rekomendasi Nomor: 001/Askab-PSSI/AB/VII/2026 yang ditandatangani langsung hari ini.
Teuku Dedi menegaskan bahwa keikutsertaan para calon wasit ini merupakan bagian dari program kerja prioritas kepengurusannya, untuk membenahi iklim persepakbolaan daerah agar lebih profesional.
Selain itu, pengiriman wasit ke Kota Banda Aceh, sebagai upaya menambah pengetahuan regulasi sepak bola modern (Laws of the Game) sangat dinamis.
“Melalui Kursus C-2 ini, kami berharap para utusan wasit dari Aceh Barat, nantinya mampu menyerap ilmu secara maksimal,” ujar Teuku Dedi Iskandar.
Ada pun enam nama utusan asal Aceh Barat yang direkomendasikan diantaranya Bustanil, Khairul Fatahlana, Agus Salem, Mardi, Zahrul Fuad, serta Putra Rugery.
Lebih lanjut, Teuku Dedi Iskandar berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik daerah selama mengikuti pelatihan di Banda Aceh.
Menurutnya, kedisiplinan, ketahanan fisik, dan fokus selama kursus berlangsung menjadi modal utama kelulusan.
“Jaga sportivitas, jaga fisik, dan serap seluruh materi pelatihan dengan baik. Askab Aceh Barat menaruh harapan besar di pundak rekan-rekan semua untuk membawa perubahan positif bagi mutu perwasitan di daerah kita sekembalinya dari Banda Aceh nanti,” tambah Ketua Askab tersebut.
Dengan adanya penambahan wasit berlisensi C-2 ini, diharapkan Kabupaten Aceh Barat tidak hanya melahirkan atlet sepak bola berprestasi, namun juga melahirkan perangkat pertandingan berkualitas yang mampu memimpin laga dengan adil, objektif, dan profesional sesuai standar nasional, kata Teuku Dedi Iskandar yang juga Anggota Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI Aceh ini.
Editor/udinjazz


















