Berita  

Terganggu Macet, Dishub dan Satpol PP Aceh Barat Tertibkan Pedagang Durian di Simpang Nibong

Sidikpolisinews.id MEULABOH – Personel Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Barat bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Barat menggelar aksi penertiban terhadap para pedagang durian yang berjualan di Jalan Nasional Meulaboh–Tapak Tuan, tepatnya di kawasan Simpang Nibong, Sabtu (27/6/2026).

Penertiban ini terpaksa dilakukan lantaran para pedagang menggunakan badan jalan dan bahu jalan sebagai lapak berjualan. Kondisi tersebut dilaporkan telah mengganggu kelancaran arus lalu lintas, memicu kemacetan, serta berpotensi besar membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, Erdian Mourny, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, Rafiansah, memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait aksi penertiban tersebut.

“Benar, hari ini kami bersama Satpol PP turun ke lapangan untuk menertibkan pedagang durian di Simpang Nibong. Keberadaan lapak di bahu dan badan jalan ini sudah mengganggu kenyamanan publik dan memicu kemacetan,” ujar Rafiansah.

Dalam eksekusinya, Rafiansah menjelaskan bahwa petugas di lapangan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Petugas memberikan imbauan secara langsung serta sosialisasi kepada para pedagang agar tidak lagi memanfaatkan fasilitas jalan raya untuk tempat berniaga.

Para pedagang diminta untuk segera memindahkan aktivitas jualan mereka ke lokasi yang lebih aman, legal, dan tentunya tidak mengganggu arus lalu lintas demi kebaikan bersama.

Pihak Dishub menegaskan bahwa kegiatan bersama ini murni bertujuan untuk menegakkan aturan dan menjaga ruang publik demi kepentingan masyarakat luas.
Mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).Seluruh pengguna jalan yang melintasi jalur logistik utama Meulaboh–Tapak Tuan agar terhindar dari risiko kecelakaan.

Melalui penertiban ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap para pedagang dapat bekerja sama dan memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga ketertiban umum, sehingga roda ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa harus mengorbankan keselamatan publik. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan tata kota yang rapi dan aman.

{Editor&udinjazz}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *