Walikota Surabaya Eri Cahyadi Serta Wakil Walikota Armuji Gelar Silaturahmi Do’a Dan Santunan Anak Yatim Piatu

 

Surabaya, Sidikpolisinews.id – Walikota Eri Cahyadi Dan Wakil Walikota Armuji pada hari pertama kerja setelah usai  menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) kota Magelang Jawa Tengah menggelar acara silaturahmi do’a bersama, serta memberikan santunan kepada 50 anak yatim piatu di Balai Kota Surabaya pada Sabtu (01/03/2025) juga mengajak buka bersama.

Pada kesempatan kali ini, turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kota Surabaya, anggota dewan, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pengusaha juga Organisasi Masa  (ormas). Disini pula nampak turut hadir  Camat Wonocolo Muslich Hariyadi, S.Sos, MM, dan kader lingkungan, Lurah Margorejo Rury Damayanti, SH, MH, Ketua LPMK Halimah,SE, M.Psi, Koordinator KSH Kelurahan Margorejo Ratna.

Dalam hal ini Walikota Eri Cahyadi mengatakan,  pada momen awal ramadhan ini ingin menyelaraskan visi misi program pembangunan kota Surabaya selama 5 (lima) tahun ke depan bersama masyarakat. Menurut Eri dalam membangun kota Surabaya tidak bisa dilakukan oleh pemerintah dan walikota  saja, tetapi juga harus dilakukan bersama seluruh lapisan masyarakat Surabaya.

“Jadi pada hari ini saya memang memulai untuk menyamakan cara berpikir visi misi dengan menyantuni anak yatim, tapi sebenarnya ini adalah berbagi. Karena apa ..? Kota ini tidak bisa bergerak sendiri tanpa ada peran dari masyarakat”, ujar Eri Cahyadi.

Untuk itu Walikota menyampaikan, pada hari pertama kerja, juga ingin mengajak semua warga masyarakat yang mampu untuk menyisihkan sedikit hartanya untuk membantu warga yang kurang mampu.” Saya berharap bagi warga yang mampu sudi dan mau membantu untuk menyumbangkan sebagian hartanya, untuk disumbangkan kepada warga yang kurang mampu, dan akan saya gerakkan setelah hari ini bekerja” kata Walikota.

Cak Eri sapaan akrabnya Walikota Surabaya ini mengungkapkan, untuk anggaran pemkot senilai Rp 12 triliun tidak tidak cukup jika hanya digunakan untuk mengentaskan kemiskinan di kota Surabaya, sebab Eri menyebutkan, pemkot memiliki skala prioritas yang harus dikerjakan selama lima tahun ke depan


Eri Cahyadi mencontohkan seperti hal penanganan yang terjadi di Surabaya, warga di minta untuk membuat usulan titik rawan banjir, jika semuanya di kerjakan menggunakan anggaran pemkot, biaya yang di alokasikan untuk penanganan banjir bisa mencapai sekitar Rp 9,3 triliun. Selain itu juga ada usulan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) bisa mencapai kurang lebihnya Rp 2 triliun serta bantuan kesehatan mencapai Rp 1,4 triliun.

“Kemudian ada orang miskin yang rumahnya tidak layak huni, itu kalau di total seluruhnya bisa mencapai R 286 miliar. Nah…,kalau sudah seperti ini, maka yang di dahulukan yang mana ? Sehingga harus ada yang namanya Skala Prioritas. Maka dari itu, saya berharap warga yang mampu mau menyumbangkan hartanya untuk orang yang tidak mampu” jelas Eri

Rencana Walikota akan menyampaikan visi misi program pemkot selama lima tahun ke depan dalam rapat paripurna di DPRD Kota Surabaya pada hari Senin ( 03/03/2025) lusa ini. Harapannya setelah disampaikan visi misi tersebut, akan muncul skala prioritas yang akan dikerjakan pemkot bersama DPRD Surabaya selama lima tahun ke depan.

“Saya yakin, dengan model seperti itu, lima tahun kedepan masyarakat Kota Surabaya menjadi lebih sejahtera, itu akan saya sampaikan semua dalam rapat paripurna, sehingga tidak ada lagi yang berbicara tanpa data” pungkas Eri Cahyadi dalam acara Silaturahmi.( haryo )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *