Berita  

Masyarakat Banyuwangi Tolak Kehadiran Habib Syekh dalam Doa Bersama Akhir Tahun

BANYUWANGI, sidikpolisinews.id – Ratusan masyarakat, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (19/12/2024).

Dipimpin oleh Gus Iskandar Zulkarnain, yang akrab disapa Gus Kurnain, Ketua Majelis Al-Banjari Kalibaru, aksi ini melibatkan Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI), Laskar Sabilillah (LS) Banyuwangi, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Mereka menolak rencana Bupati Banyuwangi yang akan menghadirkan Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf dalam acara Doa Bersama Akhir Tahun 2024 dan Menyambut Tahun Baru 2025 pada 31 Desember mendatang.

Menurut para demonstran, kehadiran Habib Syekh dinilai tidak pantas. Gus Kurnain menyoroti beberapa pernyataan Habib Syekh yang dianggap kontroversial, salah satunya adalah penyebutan Habib Rizieq Shihab sebagai idola dan guru Nahdlatul Ulama (NU).

“NU adalah organisasi Islam terbesar di dunia yang didirikan oleh para wali dan ulama pewaris nabi. Tidak mungkin NU mengidolakan seseorang yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial, menghina tokoh bangsa, dan pemerintah,” ujar Gus Kurnain.

Selain itu, ia juga mempersoalkan anggaran ratusan juta rupiah yang dialokasikan untuk acara tersebut. Menurutnya, dana sebesar itu lebih bermanfaat jika digunakan untuk membantu anak-anak yatim dan kaum dhuafa di Banyuwangi.

Aksi berlangsung damai dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Para pengunjuk rasa menegaskan bahwa aksi ini bukanlah serangan terhadap pemerintah, melainkan bentuk aspirasi dan kepedulian terhadap masyarakat.

Hingga berita ini dirilis, pihak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh para demonstran. (pong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *