Berita  

Sambut Idul Adha 1447 H, Pemkab Aceh Barat Perkuat Pengawasan Pasar dan Tertibkan Pelajar

oppo_32

SIDIKPOLISINEWS.ID MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., bersama Wakil Bupati, Said Fadheil, memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda di Ruang Rapat Koordinasi Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa (12/5/2026). Pertemuan ini fokus pada persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H serta pembahasan isu-isu aktual di daerah.

Menyikapi tren kenaikan harga barang menjelang hari raya, Bupati Tarmizi menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka inflasi.

Pemerintah akan segera turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan stok pangan.

Upaya pemberian subsidi pada komoditas tertentu terus dijalankan, termasuk menanggung biaya angkut barang agar harga di tingkat konsumen tetap stabil.

Bupati menyoroti adanya kendala masuknya pasokan minyak goreng. “Kami sedang berkomunikasi intens dengan distributor luar agar barang lancar masuk ke Aceh Barat sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ujar Tarmizi.

Bupati juga memberikan peringatan keras kepada para distributor dan pedagang.

“Jika dalam sidak nanti ditemukan penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, kami akan mengambil tindakan tegas. Kami minta pedagang tetap kooperatif seperti sebelumnya,” tegasnya.

Selain masalah ekonomi, Pemkab Aceh Barat juga menyoroti masalah kedisiplinan generasi muda. Satpol PP kini diberikan instruksi tambahan untuk memperluas jangkauan pengawasan.

Satpol PP tidak hanya menyasar ASN yang berada di warung kopi saat jam kerja, tetapi juga akan menertibkan anak sekolah yang membolos atau nongkrong di luar jam pelajaran.

Dinas Pendidikan diminta menyusun regulasi dan mensosialisasikannya kepada orang tua agar tidak terjadi kesalahpahaman saat tindakan penertiban dilakukan di lapangan.

Bupati Tarmizi memberikan imbauan menyentuh terkait pengawasan anak di rumah, terutama menyangkut penggunaan gadget yang berlebihan.

“Orang tua tidak boleh lengah. Banyak anak yang terlihat sudah tidur dan mematikan lampu kamar, padahal mereka masih begadang main HP sampai tengah malam. Akibatnya, esok hari mereka malas dan terlambat sekolah, lalu berakhir di warung, merokok, dan main game,” ungkap Bupati.

Penulis/udinjazz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *