SIDIKPOLISINEWS.ID Meulaboh – Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menyatakan sikap tegas terhadap maraknya aktivitas truk-truk besar yang melintas di jalan lingkungan area kampus. Kondisi ini dinilai bukan hanya mengganggu, tetapi sudah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan dan kesehatan mahasiswa serta masyarakat sekitar.
Ahdan, selaku Menkopolhukam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, dengan tegas menyatakan bahwa keberadaan truk besar di jalan lingkungan kampus adalah bentuk kelalaian serius dari pihak terkait dalam menjaga keselamatan publik.
“Ini bukan lagi persoalan kenyamanan. Ini adalah ancaman keselamatan. Jalan lingkungan kampus jelas bukan diperuntukkan bagi kendaraan berat. Jika dibiarkan, ini sama saja dengan membiarkan potensi kecelakaan terjadi setiap hari,” tegas Ahdan.
Selain risiko kecelakaan yang tinggi, polusi debu yang ditimbulkan telah berada pada tingkat yang tidak dapat ditoleransi. Aktivitas perkuliahan terganggu, dan masyarakat sekitar mulai merasakan dampak kesehatan seperti gangguan pernapasan dan iritasi.
Mahasiswa secara terbuka menuntut:
1. Penghentian total aktivitas truk besar di jalan lingkungan kampus.
2. Penegakan aturan lalu lintas secara tegas tanpa kompromi.
3. Tindakan darurat pengendalian debu, termasuk penyiraman rutin dan perbaikan kondisi jalan.
Mahasiswa juga memperingatkan bahwa jika tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, maka akan dilakukan langkah lanjutan sebagai bentuk protes dan perlindungan terhadap hak keselamatan mahasiswa.
“Kami tidak akan tinggal diam. Keselamatan mahasiswa bukan untuk dinegosiasikan. Jika pihak berwenang tidak bertindak, kami siap turun langsung menyuarakan ini secara lebih luas,” tutup Ahdan.
Siaran pers ini menjadi peringatan keras kepada seluruh pihak terkait agar segera bertindak sebelum jatuh korban.















