Kota Bima, Sidikpolisinews.id – Rencana pembangunan Kampus Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bima yang awalnya di rencanakan di Kota Bima kini di pastikan bergeser ke Kabupaten Bima. Penyebabnya adalah tidak adanya progres signifikan terkait kesuapan lahan di Kota Bima , sementara Pemerintah Kabupaten Bima telah menyatakan kesiapan penuh dengan lahan yang telah bersertifikat dan mendapat persetujuan dari Kementrian Agama.
Ketua Komite Pendirian IAIN Bima , Prof.H Muhammad saat di hubungi media ini, Minggu malam 23 Februari mengungkapkan, dirinya baru saja menghadiri rapat koordinasi bersama Kementrian Agama. Dalam pertemuan tersebut , di bahas alih status 11 perguruan tinggi serta pendirian IAIN baru , termasuk di Bima dan Pangandaran.
” Pendirian IAIN Bima telah kami upayakan sejak tahun 2020 dan selesai pada tahun 2021. Sebanyak sembilan program study yelah terakreditasi dan telah mendapatkan SK Akreditasi. Namun ,kendala utama selama ini adalah persoalan lahan di Kota Bima “, ungkap prof. Muhammad.
Ia menjelaskan, awalnya beberapa lokasi di Kota Bima telah di survei, mulai dari lahan di belakang kantor Brimob ,pacuan kuda Sambinae, hingga di kelurahan Oi Mbo dengan opsi hibah lahan milik kementrian kehutanan. Namun hingga kini, proses administrasi lahan belum juga rampung, SK tapal batas saja belum di terbitkan, apalagi sertifikat lahan.
“Pihak Pemkot Bima juga tidak memberikan kabar atau komunikasi mengenai progresnya dengan kami komite”,imbuhnya.
Di akui prof.Muhammad dalam rapat koordinasi pada tahun 2021 di Mandalika yang di hadiri oleh mantan Wali Kota Bima HM Lutfi, Sekda H Mukhtar, Kepala DLH Kota Bima serta sejumlah pejabat dari Kementrian Agama, ahirnya di putuskan untuk mencari alternatif lahan di wilayah terdekat.
Pada saat itu, pihaknya mengajukan permohonan ke Bupati Bima, tetapi tidak mendapat respons. Namun, setelah kepemimpinan baru baru di Kabupaten Bima,
Yakni Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati H Irfan, respon cepat di berikan dengan menawarkan lahan seluas 10 hektare yang telah bersertifikat dan berlokasi strategis di sekitar bandara ,tepat di depan jalan raya.
“Pada Rakor kemarin, saya mempersentasikan kesiapan lahan di Kabupaten Bima, dan Kementrian Agama lansung menyutujui. Bahkan, semalam saya sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Bima , H Irfan ,yang menegaskan bahwa proses hibah lahan akan segera di proses agar tahun ajaran baru bisa di mulai”,jelasnya.
Prof.Muhammad menambahkan, bahwa lahan di Kabupaten Bima adalah yang paling siap, sementara di Kota Bima belum ada kepastian. Jika terus menunggu Kota Bima, pembangunan tidak akan berjalan , dan yang akan di rugikan adalah masyarakat secara keseluruhan.
“Dengan adanya kepastian lahan di Kabupaten Bima , maka sembilan program study yang telah terakreditasi bisa segera berjalan dan membuka penerimaan mahasiswa baru”,tambahnya.
(Tim RED Sidik Polisi News.id NTB)















