Cikal Bakal Ketahanan Pangan Pulau Obi

Halmahera selatan SidikpolisiNews.id
Di tengah pesatnya perkembangan industri di wilayah Kepulauan Obi, muncul satu harapan baru yang tumbuh dari tangan-tangan para petani lokal. Harapan itu bernama Perkebunan Salam Kawasi (Bersama Belajar Pada Alam Kawasi) . Rabu 11/03/2026

Kawasan ini perlahan menjadi salah satu cikal bakal lahirnya ketahanan pangan di Pulau Obi.

Perkebunan Salam Kawasi (Bersama Belajar pada alam kawasi) terletak tidak jauh dari kawasan perumahan baru kawasi, warga Kawasi, dengan jarak sekitar 150 meter. Kedekatan lokasi ini menjadikan perkebunan tersebut bukan hanya sebagai lahan produksi pertanian, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat.

Bagi para petani binaan di Kecamatan Obi, keberadaan Salam Kawasi memberikan dampak yang sangat positif.

Lahan yang sebelumnya dianggap tandus kini mulai menunjukkan potensi besar ketika dikelola dengan kesungguhan dan pengetahuan yang tepat.

Hal ini menjadi bukti bahwa keterbatasan alam bukanlah penghalang jika ada kemauan dan kerja bersama.

Di perkebunan ini juga dilakukan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas petani, seperti sekolah lapang pertanian yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani.

Tidak hanya itu, pemberdayaan masyarakat juga menyentuh kelompok ibu-ibu di kawasan Perumahan baru kawasi ibu ibu kelompok tani desa soligi yang ikut terlibat dalam kegiatan pertanian dan pengelolaan kebun.

Yang menarik, Salam Kawasi juga mulai melibatkan masyarakat dan anak anak sekolah menengah dalam pengembangan sektor pertanian yang moderen. yang di inisiasi oleh PT. Harita Nikel

Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan pertanian di masa depan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pertanian tetap memiliki nilai ekonomi dan sosial yang besar di tengah arus industrialisasi.

Beberapa komoditas pertanian yang telah berhasil dikembangkan di perkebunan Salam Kawasi antara lain semangka, sayur sawit, kangkung, cabai, serta melon golden yang dibudidayakan dalam greenhouse sederhana. Keberagaman tanaman ini menunjukkan bahwa lahan di Obi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat produksi pangan lokal.

Keberadaan Salam Kawasi pada akhirnya bukan sekadar sebuah kebun. Ia telah menjadi simbol harapan bahwa ketahanan pangan di Pulau Obi dapat tumbuh dari inisiatif masyarakat sendiri.

Di tengah tekanan pembangunan industri, pertanian tetap bisa berdiri sebagai penyangga kehidupan masyarakat.

Jika pengembangan seperti ini terus didukung oleh pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, maka bukan tidak mungkin Pulau Obi di masa depan tidak hanya dikenal sebagai wilayah industri, tetapi juga sebagai daerah yang mampu membangun kemandirian pangan dari tanahnya sendiri.

Ances Wakabiro Halsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *