Berita  

Jangkar Endus Ketidaktransparanan Beasiswa di Aceh Barat, Rektor UTU Didesak Evaluasi Penyaluran

Sidikpolisinews.id ACEH BARAT – Ketua Organisasi Jaringan nanggroe koalisi revolusi aceh (Jangkar), Deni Irsandi, melontarkan kritik keras terkait mekanisme penyaluran beasiswa di Aceh Barat yang dinilai tidak transparan dan cenderung “tebang pilih”. Hal ini mencuat setelah adanya temuan kasus salah sasaran dalam penetapan besaran bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

Deni menyayangkan nasib yang menimpa Syendi Nova Akbar (NIM: 2505906020010), mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU). Meski telah melewati verifikasi data secara lengkap dan dilakukan survei elektronik via video call pada tahun 2025 lalu, bantuan yang diterima justru jauh dari harapan.

Syendi, yang seharusnya mendapatkan keringanan UKT sebesar Rp1.600.000, justru hanya menerima bantuan sebesar Rp500.000 untuk jangka waktu satu tahun.

“Kami menduga ada penyelewengan dana beasiswa yang tidak tepat sasaran. Data lapangan menunjukkan Syendi sangat layak dibantu secara maksimal, namun realitanya justru dikurangi secara drastis,” ujar Deni kepada media, Rabu (11/3/2026).

Menurut Deni, kondisi ekonomi Syendi seharusnya menjadi prioritas. Mahasiswa asal Desa Panggong tersebut tinggal di rumah dengan dinding kayu dan atap seng tua yang sudah reot. Untuk menempuh perjalanan kuliah ke Desa Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo yang cukup jauh, Syendi hanya mengandalkan sepeda motor bekas (Vario lama) dengan kondisi yang sudah tidak layak pakai.

Menyikapi persoalan ini, Deni Irsandi menyampaikan dua tuntutan utama:

Kepada Rektor Universitas Teuku Umar (UTU): Segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen keuangan dan sistem verifikasi beasiswa agar lebih transparan dan akuntabel.

Kepada Anggota Legislatif (DPRK/DPRA): Meminta perwakilan rakyat daerah pemilihan (Dapil) terkait untuk tidak tinggal diam dan segera mengawasi persoalan ini.

“Jika praktik tebang pilih ini dibiarkan, maka regenerasi ke depan akan sulit mengukir prestasi di jenjang fakultas karena terhambat masalah finansial yang tidak dikelola dengan adil,” tegas Deni.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Teuku Umar belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh organisasi Jangkar tersebut.

Pewarta/udinjazz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *