Mataram, Sidikpolisinews.id – 8 Unit bemo akan melayani antar jemput siswa sekolah menengah pertama ( SMP) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menganggarkan Rp 150 juta untuk operasional kendaraan umum pada tahun ini. Kepala dinas mengungkapkan uji coba penggunaan bemo untuk angkutan siswa setelah diuji coba sejak 2024.Awalnya hanya 7 unit bemo yang melayani antar jemput siswa dikota.
Karna perkembangannya positif, sekarang jumlahnya 8 unit bemo yang berpartisipasi antar jemput anak sekolah ( SMP). Pemanfaatan bemo dilakukan Pemkot Mataram sebagai alternatif transportasi antar jemput anak sekolah sejak tahun lalu. Ia menjelaskan anggaran Rp 150 Juta yang disiapkan untuk biaya operasional bemo selama 10 bulan kedepan, jadi satu bemo itu kami bayar jasanya Rp 1,5 juta ( per bulan).
Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan kota Mataram, layanan antar jemput siswa menggunakan bemo ini lebih banyak diminati anak sekolah di SMPN 7 Mataram. Sekolah yang beralamat di jalan Bung Karno, Pagutan Barat, Mataram, itu memiliki jumlah siswa paling banyak, dan paling ramai muridnya. Peminatnya tinggi di sana dan lumayan mengurai kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi. Ia memastikan bemo yang dimanfaatkan sebagai angkutan siswa dalam kondisi bai laik jalan. Satu bemo dapat mengangkut 10 penumpang.
Pemkot Mataram juga melibatkan Armada bus sekolah untuk layanan antar jemput siswa SMP di Mataram. Hanya saja, jumlah armada bus sekolah yang dimiliki Pemkot hanya satu unit. Bus sekolah berkapasitas 17 orang milik Pemkot Mataram lebih banyak diminati pelajar di SMPN 6 Mataram.
(Tim RED Sidik Polisi News.id NTB)















