banner 728x250

5 Mobil Damkar Berjibaku Atasi Kebakaran Pabrik Singkong di Lampung Tengah

banner 120x600
banner 468x60

Sidikpolisinews.id, Lampung Tengah – Sebanyak lima mobil pemadam kebakaran ( damkar) berjibaku mengatasi kebakaran pabrik singkong/tapioka di Lampung Tengah.

Atas kebakaran pabrik singkong tersebut aktivitas produksi tapioka berhenti karena mesin pengolahan rusak terbakar.

banner 325x300

Pabrik singkong yang terbakar itu milik PT Sinar Pematang Mulia 2 (SPM 2) yang berlokasi di Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.

Kebakaran itu terjadi pada Senin (16/2/2026) malam sekitar pukul 18.30 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai Rp 750 juta.

Kepala Satpol PP Lampung Tengah M. Husnip melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ( Damkarmat) Satpol PP Kabupaten Lampung Tengah, Eddy Ismail Idris pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima informasi kebakaran.

Dua unit mobil damkar milik Pemkab Lampung Tengah dikerahkan untuk menuju lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga mendapat bantuan armada dan personel tambahan untuk mempercepat proses pemadaman.

“Total ada lima unit mobil pemadam kebakaran, yakni dua unit dari Lampung Tengah, dua unit dari Lampung Timur, dan satu unit dari PT Gunung Madu,” ujar Eddy saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026)

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Aparat juga melakukan monitoring pasca kebakaran guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Akibat insiden tersebut, aktivitas produksi di pabrik untuk sementara waktu terhenti karena kerusakan pada area mesin produksi yang terbakar.

“Selama proses kebakaran, kami dibantu Babinsa Koramil 411-10/SM bersama aparat terkait yang langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas serta pihak keamanan perusahaan,”jelasnya

Ditambahkan Eddy, kebakaran pertama kali diketahui oleh Wiji (40) petugas keamanan yang tinggal di Kampung Mataram Udik. Saat itu, saksi melihat api muncul dari bagian mesin produksi.

Api dengan cepat membesar dan membakar seluruh area mesin. Para pekerja yang berada di lokasi segera menyelamatkan diri.

Sejumlah karyawan sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

Saksi lainnya, Diana (40), petugas keamanan yang berdomisili di Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram, turut membenarkan kejadian itu.

Menurutnya, kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik pada kabel di bagian mesin produksi. Percikan api kemudian menyambar material di sekitar mesin sehingga api dengan cepat membesar.

Hingga pukul 22.08 WIB, api masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Proses pemadaman dan pengamanan lokasi turut dibantu jajaran Kodim 0411/KM serta Polres Lampung Tengah.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Aparat juga melakukan monitoring pasca kebakaran guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Akibat insiden tersebut, aktivitas produksi di pabrik untuk sementara waktu terhenti karena kerusakan pada area mesin produksi yang terbakar.

“Selama proses kebakaran, kami dibantu Babinsa Koramil 411-10/SM bersama aparat terkait yang langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas serta pihak keamanan perusahaan,” jelasnya.

(Sidikpolisinews.id/HARRY IRAWAN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *