banner 728x250

Kadisdik Prov.Sumut diduga keras tutup mata pada keberadaan SMKN 1 Galang yang terus-terus disorot

banner 120x600
banner 468x60

Deli Serdang, Sidikpolisinews – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara selaku yang bertanggung-jawab dalam melakukan pembinaan dan penataan management disatu UPT (Unit Pelaksana Tekhnik) SPF (Satuan Pendidikan Formal) di SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) di Provinsi Sumatera Utara, supaya lebih baik dan prima.

Akan tetapi kenyataannya diduga keras tutup mata pada keberadaan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri 1 Galang yang terletak di Desa Timbang Deli Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dibawah pimpinan Manuntun Manurung,S.Pd. S.Com selaku Kepala sekolah saat ini yang terus-terusan disorot masyarakat Orang-tua Peserta didik sekolah tersebut sampai dengan hari ini.

banner 325x300

Karena itulah Kepala sekolah tersebut semena-mena bertindak di sekolah itu tanpa kompromi dan tanpa transparan kepada masyarakat Orang-tua Peserta didik sampai-sampai terkesan Peserta didik sekolah itu laksana Sapi perah.

Buktinya pada acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M belum lama ini di sekolah tersebut, kepada peserta didik dikutip Rp.15.000 per-orang. Apa gunanya dana BOS dari Pemerintah dan uang Komite dari Orang-tua Peserta didik setiap bulannya di sekolah itu?
Dan ada apa serta mengapa Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara tutup mata?

Hal itu tegas dikatakan oleh beberapa Orang-tua Peserta didik SMK Negeri 1 Galang yang tidak ingin menyebutkan identitasnya dan yang sengaja menemui Penulis (2/2/2026).

Orang-tua Peserta didik sekolah tersebut tegaskan saat itu, bahwa kami orang-tua peserta peserta didik Kelas X, Kelas XI dan Kelas XII SMK Negeri 1 Galang minta penjelasan dari Kepala sekolah didalam Forum tentang perincian penggunaan dana BOS dari Pemerintah dan uang Komite dari Orang-tua Peserta didik setiap bulannya di sekolah itu. Karena sempat ada pengutipan uang Isra’ Mi’raj Rp.15.000 kepada peserta didik dan sempat ada Satpam dan Guru honor di sekolah itu mengundurkan diri akibat honorariumnya tidak dibayar.

Dan tidak hanya itu saja. Kepala sekolah agar menjelaskan kemana uang sumbangan peserta didik yang muslim dalam bentuk Jum’at berkah untuk pembangunan Mushalah di sekolah itu yang sudah sempat berjalan hampir 3 tahun dan kemudian terhenti.

Penjela
san hal tersebut diatas dari Kepala sekolah yang kami masyarakat Orang-tua Peserta didik tunggu-tunggu sampai hari ini. Sehingga semua transparan dan tidak ada dusta diantara pihak sekolah dengan pihak masyarakat Orang-tua Peserta didik, ujar Orang-tua Peserta didik itu kepada Penulis.

(Sudirman Dachi/IGB)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *