SIDIKPOLISINEWS ID,Jakarta — Kabar duka menyelimuti masyarakat dan insan pers setelah beredar informasi di grup WhatsApp wartawan DKI Jakarta mengenai wafatnya Meri Hoegeng, istri dari Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Meri Hoegeng, yang memiliki nama lengkap Meriyati Roeslani Hoegeng, tutup usia pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.20 WIB di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Ibu Mery Hoegeng. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya, mengampuni dosanya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian pesan duka yang beredar di kalangan wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menyiapkan informasi resmi terkait rumah duka dan jadwal pemakaman yang akan diumumkan kemudian.
Meri Hoegeng dikenal sebagai figur perempuan tangguh dan sederhana yang setia mendampingi Jenderal Hoegeng Iman Santoso, sosok Kapolri legendaris yang dikenal luas karena integritas, kejujuran, dan keteguhan prinsipnya.
Sepanjang hidupnya, Meri dikenal dengan nama Merry Roeslani atau Meri Hoegeng, dan menjadi simbol kesederhanaan serta keteladanan dalam kehidupan keluarga aparat Kepolisian.

Almarhumah lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, saat wilayah tersebut masih berada dalam masa Hindia Belanda. Ia merupakan putri dari dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Meri Hoegeng juga diketahui sebagai keponakan dari Besar Martokoesomo, advokat pribumi pertama di Indonesia.
Kepergian Meri Hoegeng meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat yang mengenal kiprah dan keteladanannya.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, institusi kepolisian, dan komunitas pers, yang mengenang Meri Hoegeng sebagai sosok sederhana, kuat, dan penuh dedikasi.
“Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhumah semasa hidupnya,” tulis pesan keluarga.
Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.(Slh)















