Prabowo Instruksikan Pemberantasan Narkoba, Ketua Inaker Babel: Basmi Sampai ke Akar, Jangan Kasih Ampun Sindikatnya!

JAKARTA, —Sidikpolidinews.id
Presiden Prabowo Subianto menegaskan tiga instruksi khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam upaya memperkuat penegakan hukum nasional. Instruksi itu mencakup pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi online. Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo saat memimpin pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Rabu (29/10/2025).

Dalam pidatonya, Presiden menyoroti betapa besarnya ancaman narkoba terhadap masa depan bangsa. Ia menilai, jika negara gagal mengatasi masalah ini, mustahil Indonesia bisa menjadi negara maju. “Masalah narkoba ini sangat strategis. Kalau kita kalah, tidak mungkin kita menjadi negara maju,” ujarnya tegas.

Prabowo juga mengapresiasi kinerja Polri yang berhasil menyita 214,84 ton barang bukti narkoba senilai Rp29,37 triliun. “Nilai uangnya setara untuk digunakan 629 juta manusia, dua kali lipat jumlah penduduk Indonesia,” ujarnya menekankan.

Selain itu, ia memberi penghargaan atas langkah kepolisian yang berhasil mengubah 228 kampung narkoba menjadi 118 kampung bebas narkoba dalam setahun terakhir. “Perjuangan ini belum selesai, tantangannya masih besar,” kata Prabowo.

Instruksi Presiden tersebut langsung mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat. Ketua PD Inaker (Indonesia Bekerja) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aboul A’la Almaududi, SH, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen pemerintah. Namun, ia juga mengingatkan agar langkah ini tidak berhenti hanya di awal masa pemerintahan.

“Saya berharap Presiden Prabowo jangan hanya semangat di awal saja, tapi berantas narkoba sampai ke akar-akar,” ujar Aboul kepada awak media, Rabu malam. “Kasihan generasi penerus, anak cucu kita yang menjadi korban keganasan narkoba,” tambahnya.

Menurut Aboul, kondisi penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah memasuki fase darurat. Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah membentuk tim-tim khusus di daerah untuk memberantas narkoba, bekerja paralel di luar aparat penegak hukum dan BNN. “Tim independen di daerah bisa memperkuat pengawasan sosial dan memutus mata rantai peredaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sindikat narkoba tidak boleh diberi ruang sedikit pun. “Sindikat narkoba ini jaringannya tidak mudah ditaklukkan. Mereka punya sistem dan dana besar. Negara harus lebih keras, bahkan lebih cerdas dari mereka,” kata Aboul.

Ketua Inaker Babel itu menilai, bahaya narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga krisis moral dan sosial. “Narkoba menghancurkan bukan cuma tubuh, tapi juga karakter bangsa. Kalau pemuda rusak, maka bangsa pun runtuh,” ucapnya.

Aboul menyerukan agar semua elemen bangsa ikut mengambil bagian dalam perang melawan narkoba. “Tidak cukup hanya aparat, masyarakat harus ikut aktif. Mulai dari lingkungan rumah, sekolah, dan tempat kerja,” katanya.

Ia pun menaruh harapan besar kepada BNN agar tidak sekadar menindak, tapi benar-benar membasmi hingga ke jalur distribusi internasional. “Jangan biarkan Indonesia jadi pasar empuk. Kita harus keras terhadap bandar besar, bukan cuma pemakai kecil,” tegasnya.

Aboul menutup dengan pesan tegas: “Para sindikat narkoba harus takut beroperasi di negeri ini. Kalau perlu, mereka dibuat tidak punya ruang untuk bernapas. Indonesia harus bersih dari racun narkoba, demi masa depan anak-anak kita.” Pungkas mantan Aktifis 98 ini.

(Fadian Bujang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *