Sebulan Hidup Tanpa Terang, Warga Wewiku Teriak: Kami Bayar Listrik, Bukan Bayar Gelap

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 463.7616; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

SIDIKPOLISINEWS || NTT, MALAKA. Sudah sebulan penuh warga Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), hidup dalam kegelapan. Listrik di wilayah ini padam hampir setiap malam. Kadang hanya menyala beberapa menit, lalu mati hingga pagi.

Kondisi ini membuat masyarakat sangat resah. Aktivitas warga lumpuh, usaha kecil terganggu, dan anak-anak kesulitan belajar. “Anak-anak kasihan, setiap malam belajar pakai lilin. Kadang baru nyala menjelang subuh,” tutur seorang ibu rumah tangga di Desa Wewiku dengan wajah lelah. Sabtu (25/10/2025)

Warga menuturkan, pemadaman listrik yang terus-menerus ini telah berlangsung sejak awal Oktober 2025. Ironisnya, meski listrik padam hampir setiap malam, tagihan bulanan tetap berjalan seperti biasa. “Kami bayar listrik, bukan bayar gelap! PLN harus jelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar seorang tokoh masyarakat dengan nada kecewa.

Petugas PLN disebut kerap terlihat melakukan pemangkasan dahan pohon di sekitar jaringan listrik dengan alasan pemeliharaan. Namun, pemadaman tetap terus terjadi, bahkan makin sering. Warga menilai, tindakan itu belum menyentuh akar masalah yang sebenarnya.

Lebih dari sekadar ketidaknyamanan, kondisi listrik hidup-mati juga membawa dampak ekonomi dan material. Fluktuasi tegangan yang tidak stabil sering kali membuat alat elektronik rumah tangga seperti kulkas, televisi, hingga pengisi daya ponsel rusak. “Charger HP saya sudah dua kali terbakar. Kalau dibiarkan, bisa habis semua alat rumah tangga,” keluh seorang warga lainnya.

Warga berharap PLN segera mengambil langkah konkret, tidak hanya memberikan penjelasan teknis yang berulang. Mereka ingin solusi nyata agar kehidupan kembali normal. “Kami tidak minta lebih, cuma ingin malam kami terang dan anak-anak bisa belajar dengan tenang,” ujar seorang bapak dengan nada tegas.

Hingga berita ini diturunkan, PLN Unit Malaka belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab pasti gangguan listrik yang berlangsung hampir sebulan di wilayah Wewiku.

Kegelapan malam di Wewiku kini menjadi simbol nyata dari kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan publik yang belum menyentuh kebutuhan dasar warga. Harapan mereka sederhana — agar PLN hadir bukan hanya dengan alasan, tetapi dengan tindakan nyata yang menyalakan kembali terang di setiap rumah. (Roy S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *